Hukum

LPSK Proses Perlindungan Bagi Anak Korban Persekusi Anggota FPI

BTN iklan

Jakarta, LEI – Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) telah memproses permohonan perlindungan untuk anak berinisial PMA yang menjadi korban persekusi oleh sejumlah anggota Front Pembela Islam (FPI) di Cipinang Muara, Jakarta Timur.

“Kami proaktif menjemput permohonan perlindungan, selanjutnya akan diproses sesuai ketentuan”, ujar Wakil Ketua LPSK, Hasto Atmojo Suroyo di Jakarta, Jumat (2/62017).

Berikutnya, lanjut Hasto, langkah yang diambil LPSK adalah berkordinasi dengan Polda Metro Jaya dan Kementerian Sosial (Kemensos) terkait dengan perlindungan terhadap keamanan korban serta pemenuhan hak korban yang dapat diberikan melalui kerja sama dengan instansi tersebut.

“Apalagi informasinya korban dan keluarganya juga dikondisikan untuk keluar dari rumah kontrakan mereka,” ujar Hasto.

Selain terkait dengan penempatan keluarga korban, LPSK juga mengkoordinasikan terkait dengan kelangsungan pendidikan korban dan saudara-saudaranya. Ini dikarenakan keluarga korban saat ini terusir dari tempat tinggalnya yang tentunya berpengaruh dengan proses belajar korban dan saudara-saudaranya.

Menurut Hasto, ada mekanisme di Kemensos yang mengatur tentang keberlanjutan belajar mengajar korban, termasuk kemungkinan disediakannya guru untuk korban dan keluarganya.

“Apalagi saat ini memasuki masa ujian sekolah, tentunya ini yang harus diperhatikan semua pihak yang menangani pada korban”, kata Hasto.

Selain itu, LPSK saat ini sedang berkordinasi dengan Polda Metro Jaya. Kordinasi dilakukan terkait upaya pengamanan untuk korban serta terkait proses peradilan kasus ini, di mana kasus ini sudah ditangani unit Jatanras Polda Metro Jaya.

“Kordinasi terkait proses hukum kasus ini penting mengingat perlindungan yang diberikan LPSK sifatnya mendukung upaya pengungkapan kasus melalui peradilan pidana,” kata Hasto.

Korban PMA sangat mungkin untuk diberikan perlindungan mengingat terduga pelaku berasal dari organisasi masyarakat (Ormas) yang memiliki banyak simpatisan dan jaringan, sehingga tingkat ancaman yang didapat korban cukup tinggi.

Sementara pertimbangan pemberian perlindungan selain sifat pentingnya keterangan, juga tingkat ancaman yang diterima saksi dan atau korban. “Hal ini sesuai dengan yang diatur dalam UU Perlindungan Saksi dan Korban,” kata Hasto.

Bentuk perlindungan yang LPSK berikan sendiri akan sisesuaikan dengan kebutuhan korban. Misalnya, pemulihan psikologis, dan pendampingan saat proses peradilan. “Juga kemungkinan pemenuhan hak psikososial berupa tempat kediaman baru dan tempat bersekolah baru jika di tempat lama sudah tidak memungkinkan,” ujarnya.

Hasto berharap ada sikap tegas pemerintah terkait persekusi ini karena ada kecenderungan kelompok ormas tersebut yang sering melakukan tindakan seperti ini. “Karena bukan hanya kepada PMA saja, tapi terjadi tindakan serupa di beberapa daerah,” kata Hasto.

Peran masyarakat dinilai penting jika terjadi Persekusi di lingkungan mereka. Masyarakat harus memberikan perlindungan kepada para korban agar tidak semakin parah menjadi korban.

“Kami apreasiasi adanya kelompok masyarakat yang mau membantu korban termasuk mengamankan korban,” kata Hasto.

Di sisi lain Hasto menyesalkan adanya sikap pemuka masyarakat, dalam hal ini Ketua RW tempat tinggal PMA, yang justru mempersulit posisi PMA dan keluarganya. Sikap seperti ini diharapkan tidak terulang.

“Apapun itu, tokoh masyarakat sebagai orang yang terdekat dalam menjangkau korban, seharusnya memberikan perlindungan, bukan semakin menekan korban,” kata Hasto.

PMA, anak remaja mengalami tindakan penganiayan berupa pemukulan oleh beberapa orang yang diduga anggota Front Pembela Islam (FPI) akibat status Facebooknya yang dianggap menghina Habib Rizieq Shihab.

PMA (15 tahun) bersama keluarganya tinggal di rumah kontrakan di wilayah Cipinang Muara, Jakarta Timur. Akibatnya, selain mengalami trauma medis dan psikologis, keluarga PMA juga terusir dari rumah kontrakannya.

Kasus ini sempat menjadi viral di media sosial setelah videonya diunggah ke dunia maya. Dalam video tersebut, seorang remaja tengah dipersekusi sejumlah orang yang mengaku sebagai anggota FPI.

Sementara aparat kepolisian sudah menangkap dua orang anggota FPI yang diduga melakukan pemukulan terhadap PMA. Keduanya telah menjalani pemeriksaan dan polisi masih melakukan pengusutan.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami