Hukum

Lucas: Perkara Ini Semata-Mata Berawal dari Kekhilafan Penyidik

BTN iklan

JAKARTA, (LEI) – Pada Rabu siang kemarin (14/11) Pengadilan Tindak Pidana Korupsi atau Tipikor Jakarta Pusat kembali menggelar sidang perkara menghalangi penyidikan tindak pidana korupsi dengan terdakwa Lucas yang berprofesi sebagai pengacara.

Pasalnya, Lucas diduga menyarankan Eddy Sindoro untuk tidak kembali ke Indonesia ketika dijadikan tersangka oleh lembaga antirasuah. Dalam amar eksepsinya, Lucas meyakinkan bahwa ia bukanlah pelaku menghalangi penyidikan sebagaimana dalam dakwaan jaksa.

“Saya percaya, perkara ini semata-mata berawal dari suatu kekhilafan penyidik,” ujar dia saat membacakan nota keberatan atau eksepsi di Pengadilan ‎Tipikor, Jakarta Pusat.

Dirinya diperiksa sebagai saksi, setelah itu langsung ditangkap dijadikan sebagai tersangka.

“Jadi, saya tetap berpikiran positif dan menganggap semua yang menimpa saya hanyalah sebuah kekhilafan,” katanya.

Diketahui, Lucas telah ditahan oleh KPK selesai menjalani pemeriksaan sebagai tersangka. Tak lama setelah ditahan, Lucas men‎dapat kabar bahwa Eddy Sindoro telah menyerahkan diri ke KPK.

Lucas berharap akan terbebas dari jeratannya setelah mendengar penyerahan diri Eddy Sindoro ke KPK.

“Setahu saya dari pemberitaan di media, Eddy Sindoro melalui‎ pengacaranya menyatakan bahwa Lucas tidak terlibat dengan kepergian Eddy Sindoro ke luar negeri sampai akhirnya menyerahkan diri ke KPK,” imbuh Lucas.

Namun, ‎penyidik KPK, kata Lucas tetap menuduhnya merintangi penyidikan Eddy Sindoro.

“Berkali-kali saya sampaikan kepada penyidik agar menghentikan semua kekhilafan ini. Tapi harapan tinggal harapan,”pasalnya, dia telah menjadi terdakwa dan harus berhadapan dengan hukum.

Dalam perkara ini, Lucas didakwa bersama-sama dengan Dina Soraya telah merintangi penyidikan mantan petinggi Lippo Group Eddy Sindoro.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Close