Politik

Lulung Akhirnya Resmi Dipecat dari PPP

BTN iklan

lulung dipecat dari PPPJAKARTA, (LEI/Kompas) – Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Abraham “Lulung” Lunggana resmi dipecat dari PPP hasil Muktamar Jakarta yang dipimpin Djan Faridz. Keputusan itu ditetapkan setelah digelarnya rapat tingkat DPP pada Minggu (12/3/2017).

“DPP sepakat untuk memecat ketua DPW DKI yang bernama haji Lulung, termasuk anggota DPRD yang juga mengikuti jejak beliau, ” ujar Djan, di kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP PPP) di Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (13/3/2017).

Selain Lulung, DPP PPP juga memecat sembilan anggota Fraksi PPP di DPRD DKI Jakarta.

Penyebab pemecatan ini karena Lulung dan sembilan anggota Fraksi PPP di DPRD DKI yang mengikutinya sepakat mendukung pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno pada putaran kedua Pilkada DKI 2017. Posisi Lulung di DPRD DKI adalah sebagai Wakil Ketua DPRD DKI.

Adapun, PPP kubu Djan Faridz sudah menyatakan dukungan terhadap pasangan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat.

“Kami hanya mendukung pasangan Ahok-Djarot, karena beliau lah calon gubernur yang menandatangani kontrak dengan PPP untuk melaksanakan program yang pro umat Islam,” kata Djan.

Akhir perjalanan Lulung

PPP saat ini memiliki dualisme kepengurusan, yakni kubu Djan Faridz dan Romahurmuziy. Sejak awal terjadi konflik kepengurusan itu, Lulung sudah setia bersama dengan Djan Faridz.

Lulung menjabat sebagai Ketua DPW PPP DKI Jakarta dalam kepengurusan PPP yang dipimpin Djan Faridz. Sementara, PPP kubu Romahurmuziy yang tidak mengakui posisi Lulung juga memiliki Ketua DPW PPP DKI Jakarta, yaitu Abdul Azis.

Saat penetapan dukungan terhadap pasangan calon, PPP kubu Romahurmuziy yang bisa menggunakan jatah kursi di DPRD DKI untuk mengusung pasangan Agus Yudhoyono-Sylviana Murni.

Beberapa bulan setelah pendaftaran cagub, PPP kubu Djan Faridz mendeklarasikan dukungan terhadap pasangan Ahok-Djarot. Sejak saat itu, Lulung mulai berselisih paham dengan kubunya yang mendukung Ahok-Djarot.

“Sampai hari ini saya masih konsisten sebagai lambang perlawanan terhadap Ahok,” ujar dia Jumat (7/10/2016).

Lulung pun memutuskan untuk mendukung pasangan Agus-Sylvi. Meski demikian, dia menyatakan dukungan itu sebagai relawan, bukan sebagai kader PPP kubu Romahurmuziy yang juga mendukung Agus-Sylvi.

Saat itu, Lulung masih belum berpikir untuk pindah ke partai lain dan masih loyal dengan PPP kubu Djan Faridz.

“Saya tidak bermaksud untuk gabung dengan partai lain. Saya cuma beda pendapat dengan Pak Djan Faridz saja,” ujar dia.

Sanksi terhadap Lulung pun tidak kunjung dijatuhkan. Sanksi berupa pemecatan baru dilakukan setelah Lulung kembali mengelak dari keputusan partai pada putaran kedua Pilkada DKI karena dia mendukung pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno pada putaran kedua.

Dengan pemecatan ini, Lulung tidak lagi berada dalam struktur organisasi PPP, baik PPP kubu Djan Faridz maupun Romahurmuziy. Djan menunjuk Ketua DPP PPP Bidang Kominfo Ahmad Gozali Harahap dan Wakil Sekjen DPP PPP Sudarto sebagai Plt Ketua DPW PPP DKI untuk menggantikan Lulung.

Proses pergantian antar waktu (PAW) Lulung dan sembilan anggota Fraksi PPP di DPRD DKI lainnya juga akan segera diurus.

Tidak mau dipaksa dukung Ahok

Hubungan Lulung dan Ahok sejak dulu memang kerap panas. Lulung kerap mengkritik sikap dan kebijakan-kebijakan Ahok sebagai gubernur.

Lulung pun pasrah jika akhirnya dia dipecat oleh partainya karena tidak ikut mendukung Ahok-Djarot. Baginya, tidak mendukung Ahok merupakan sebuah prinsip.

“Jangan paksa saya untuk mendukung Ahok, karena saya bertanggung jawab kepada umat dan Allah SWT. PPP adalah partai yang berasaskan Islam,” ujar Lulung.

Lulung mengatakan, dia memilih untuk menghargai konstituennya. Dia yakin masyarakat akan kecewa jika dia memilih Ahok pada Pilkada DKI 2017. Lulung mengaku banyak pihak yang mencoba mengajaknya untuk mendukung Ahok namun dia menolak semua ajakan itu.

“Banyak kekuatan besar yang memengaruhi dan meminta saya untuk mendukung Ahok. Alhamdulillah saya masih istiqomah, menjaga marwah partai,” kata Lulung.

Dikeluarkan dari partai, Lulung masih belum berniat bergabung dengan partai lain. Lulung mengatakan posisi PPP tidak bisa digantikan begitu saja dengan partai lain, sebab dia dibesarkan oleh partai tersebut.

“Saya dibesarkan oleh PPP, loyal dong karena ini persoalan umat. Lagipula yang pecat saya kan masa baktinya cuma lima tahun, kalau umat sampai mati,” ujar Lulung.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami