InternasionalTekno

Lulus dari Y Combinator, Ajaib Luncurkan Aplikasi Investasi Reksa Dana di Indonesia

BTN iklan

(LEI)-Dari 261 juta penduduk Indonesia, hanya sekitar 1,3 juta di antaranya yang berinvestasi saham di pasar modal. Beberapa melakukan investasi saham secara langsung, sedangkan yang lain melakukannya lewat pembelian reksa dana milik para Manajemen Investasi (MI).

Masalah itulah yang coba diselesaikan oleh sebuah startup bernama Ajaib, yang pada tanggal 22 Agustus 2018 kemarin baru saja lulus dari program akselerator terkenal asal Silicon Valley, Y Combinator (YC). Bersamaan dengan waktu kelulusannya, Ajaib memutuskan untuk meluncurkan aplikasi mobile di Indonesia.

Startup yang didirikan oleh Anderson Sumarli, Yada Piyajomkwan, dan Kevin Lee tersebut merupakan satu-satunya startup asal Asia Tenggara di gelombang terbaru Y Combinator kali ini.

Mempermudah masyarakat berinvestasi di reksa dana

Ajaib | Screenshot

Ajaib merupakan aplikasi yang bisa mempermudah kamu membeli reksa dana. Menurut sang CEO Anderson Sumarli, aplikasi tersebut mereka buat demi mengatasi masalah inklusi keuangan di tanah air.

“Dari apa yang kami pelajari, ada banyak masyarakat Indonesia yang mempunyai cukup banyak tabungan dan ingin berinvestasi di pasar modal, namun mereka tidak tahu bagaimana caranya. Mereka pun tidak tahu harus bertanya pada siapa, karena orang tua dan teman mereka pun tidak mengerti soal investasi saham,” jelas Anderson kepada Tech in Asia.

Untuk mempelajari karakter investasi pengguna, mereka akan memberikan semacam kuesioner singkat di awal. Jawaban-jawaban dari pertanyaan tersebut akan menentukan apakah seorang pengguna merupakan orang yang konservatif, moderate, atau agresif dalam hal investasi.

Dari karakter tersebut, Ajaib akan memberikan saran produk reksa dana yang nantinya bisa memberikan keuntungan sesuai harapan pengguna. Apabila pengguna tertarik, mereka bisa langsung membeli produk reksa dana tersebut.

Didirikan oleh founder dari tiga negara

Ajaib Aplikasi | Screenshot

Ajaib merupakan startup pertama yang didirikan oleh Anderson, Piyajomkwan, dan Lee. Mereka sempat memikirkan beberapa ide startupsebelumnya, sampai akhirnya memutuskan untuk keluar dari pekerjaan masing-masing dan mendirikan Ajaib sekitar empat bulan lalu. Setelah itu, mereka pun berhasil diterima di Y Combinator.

Anderson merupakan warga negara Indonesia yang sebelumnya pernah bekerja sebagai konsultan di The Boston Consulting Group (BCG), sedangkan Piyajomkwan merupakan mantan konsultan di McKinsey yang berasal dari Thailand. Ia bertemu dengan Anderson saat sama-sama menempuh program S3 (MBA) di Stanford University.

Adapun Lee, merupakan developer asal Amerika Serikat yang sebelumnya pernah ikut mengembangkan layanan Google Assistant di Google. Ia merupakan rekan Anderson saat mengenyam pendidikan di Cornell University.

Setelah meluncurkan versi beta dari layanan mereka beberapa bulan yang lalu, Ajaib mengaku telah mengumpulkan dana investasi sebesar puluhan miliar rupiah dari para pengguna. Saat ini, mereka telah mendapat dana segar sebesar US$120 ribu (sekitar Rp1,7 miliar) dari Y Combinator.

Berniat untuk hadir di berbagai negara Asia Tenggara

Ajaib tidak ingin hanya menghadirkan layanan di bidang reksa dana. Menurut Anderson, ke depannya mereka juga ingin menghadirkan produk keuangan lainnya. Mereka juga tertarik untuk menghadirkan layanan tersebut di negara Asia Tenggara lain.

read also

“Visi kami adalah untuk menjadi pemain regional di Asia Tenggara. Saya rasa masalah yang ingin kami selesaikan juga terjadi di negara-negara lain di wilayah ini. Namun untuk saat ini kami akan fokus ke pasar Indonesia terlebih dahulu, karena sangat penting untuk menjaga fokus,” jelas Piyajomkwan yang saat ini menempati posisi sebagai Chief Marketing Officer (CMO) dari Ajaib.

Di Indonesia sendiri telah ada beberapa startup yang bisa membantu kamu untuk melakukan jual beli reksa dana secara online, seperti Bareksa dan Tanamduit. (idtechinasia)

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami