Nasional

Lumpur Lapindo Akhirnya bisa Dijadikan Bahan Baku Beton

BTN iklan

SURABAYA, (LEI) – Masa muda kurang mendapatkan akses pendidikan, tak membuat Dr Eng Januarti Jaya Ekaputri ST MT patah semangat. Justru hal itu membuatnya haus ilmu dan melakukan banyak penelitian di masa tuanya.

Penelitian yang pernah dilakukanya, salah satunya yaitu pembuatan Geopolimer dari lumpur lapindo. Dari penelitian itu lah, ia berhasil menerima Anugerah IPTEK Adibrata, sebuah penghargaan tertinggi bidang teknologi dari pemerintah.

Yani – sapaannya akrabnya, mengaku tertarik memanfaatkan lumpur Lapindo menjadi hal yang berpotensi jika dikembangkan. Ia pun membangun inovasi geopolimer, material tanpa semen.

Di awal penelitiannya, ia mengecek komposisi lumpur tersebut. Kemudian melihat kecenderungan bahwa lumpur tersebut memiliki kesamaan komposisi dengan semen portland.

“Semen yang selama ini kita pakai bisa digantikan sebagian besar atau bahkan seratus persen dengan menggunakan lumpur Lapindo. Coba bayangkan jika kita bisa buat semen dari lumpur, bisa bangun satu pabrik semen baru kita,” terangnya seperti dilansir dari laman ITS, Jumat (18/8/2017).

Yani pun berhasil mewujudkannya dengan mencampurkan beton geopolimer dari lumpur Sidoarjo dengan dengan fly ash (limbah batubara berupa abu yang terbang). Beton itu ia namai beton geopolimer. Karya Yani pun sudah dipatenkan.

Beton karyanya diteliti oleh Direktur Konsorsium Riset Geopolimer Indonesia (Korigi) dan terbukti lebih ramah lingkungan karena tidak menggunakan semen Portland yang selama ini ditengarai penyebab emisi gas CO2.

“Ke depannya limbah ini bisa dipakai untuk menggantikan semen untuk struktur rumah, bangunan, jalan, jembatan, genteng, tiang listrik, tiang pancang dan apapun yang selama ini menggunakan semen,” tuturnya.

Menurutnya, hal ini menjadi kesempatan dan potensi yang dapat menguntungkan banyak pihak. Pertama, di sisi akademisi, ia meyakini akan ada ada ilmu baru yang bisa dipelajari. Kedua, di sisi industri, tentu akan menciptakan lapangan pekerjaan. Ketiga, dari sisi masyarakat, penelitian ini dapat mengurangi volume lumpur Lapindo, serta mengurangi pencemaran udara akibat emisi gas CO2 yang dihasilkan oleh semen Portland.

Oleh karenanya, ia mengajak semua masyarakat bekerjasama mewujudkan hal tersebut. “Mari bersama sama bekerja. Saya percaya, pekerjaan ini akan berdampak bagi semua masyarakat,” ajaknya. [ITS]

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami