BTN ads
Nasional

Luncurkan Voice ID, PermataBank Pangkas Waktu Autentikasi NasabahLuncurkan Voice ID, PermataBank Pangkas Waktu Autentikasi Nasabah

(LEI)-PermataBank meluncurkan fitur Voice ID untuk membantu proses autentikasi nasabah yang menghubungi layanan pelanggannya melalui telepon. Voice ID merupakan teknologi pemindai suara (voice biometric) yang membuat verifikasi data nasabah jadi lebih aman dan cepat.

Voice biometric menganalisis pola suara untuk menghasilkan identifikasi unik bagi setiap individu. Teknologi ini menggunakan lebih dari lima puluh faktor suara dan perilaku guna menjamin keamanan data nasabah.

Proses verifikasi yang sebelumnya memakan waktu 2 menit menjadi 45 detik.

Umumnya proses verifikasi lewat sambungan telepon membutuhan waktu lama dengan banyak pertanyaan. Voice ID diklaim mampu memangkas proses verifikasi yang sebelumnya memakan waktu 2 menit menjadi 45 detik.

“PermataBank berkomitmen untuk terus mengembangkan layanan berbasis teknologi digital untuk memberikan consumer experience terbaik di Indonesia dan pengelolaan risk management yang lebih baik,” ujar Abdy Salimin selaku Direktur Teknologi dan Operasi PermataBank.

Voice ID merupakan bagian dari layanan berbasis teknologi yang dimiliki oleh PermataBank. Sebelumnya telah hadir Finger ID dan Facial ID yang sama-sama bertujuan mempermudah nasabah melakukan interaksi dengan PermataBank.

Menjaga privasi dengan inovasi

Dari 2,3 juta sambungan telepon yang diterima layanan pelanggan PermataTel sepanjang tahun 2017, hanya tiga puluh persen nasabah yang mengetahui nomor PIN masing-masing. Tujuh puluh persen sisanya harus menjawab pertanyaan keamanan dari petugas PermataTel.

Praktisi IT Budi Raharjo menjelaskan bahwa pertanyaan yang diajukan saat proses verifikasi melalui telepon penting demi keamanan bank dan nasabah. Namun proses ini bisa membuat nasabah tidak nyaman karena harus menyebutkan data pribadi yang sensitif.

“Kita sebagai pengguna agak keberatan jika harus sering mengungkapkan data pribadi, seperti nama ibu kandung. Dengan menggunakan Voice ID ini keamanan dapat tetap terjamin sementara kenyamanan meningkat,” jelas Budi.

Laptop Macbook Security Key | Photo

Perlindungan terhadap data pribadi di Indonesia masih kurang

Terkait privasi, Budi menjelaskan sebagian orang Indonesia dengan mudah menyebarkan data pribadi, seperti Nomor Induk Kependudukan dan nomor Kartu Keluarga. Mereka tidak menyadari bahwa data tersebut rentan disalahgunakan oleh orang-orang tidak bertanggung jawab.

Menurut data ELSAM (Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat), di Asia Tenggara, hanya Indonesia, Vietnam dan Laos yang tidak memiliki Undang-undang yang melindungi data pribadi.

“Negara itu punya rekaman data kesehatan kita di Kementerian Kesehatan, bisa lihat rekening lewat Dirjen Pajak, ada kependudukan dan catatan sipil data di Kemendagri,” ungkap Wahyudi selaku Deputi Direktur Riset ELSAM terkait data pribadi yang dipakai untuk registrasi kartu ponsel. “Bayangkan kalau tidak ada perlindungan yang jelas. (Data itu) bisa dimanfaatkan untuk hal-hal yang tidak baik.”

September 2017, melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika, Pemerintah masih memperjuangkan Rancangan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi masuk ke dalam prolegnas Program Legislasi Nasional 2018. Hal ini agar masyarakat Indonesia memiliki satu dasar hukum positif yang memberikan perlindungan secara komprehensif lintas sektoral terkait privasinya.

Risiko penyalahgunaan data yang terekam secara digital sebenarnya tidak bisa diabaikan. Hal tersebut dapat memberikan pengaruh besar bagi orang atau kelompok yang memiliki data tersebut. (idtechinasia)

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Komentar Anda...

Related Articles

Close
Close