Majelis Kehormatan Gerindra Bersidang Bahas Kasus Sanusi – Legal Era Indonesia
Internasional

Majelis Kehormatan Gerindra Bersidang Bahas Kasus Sanusi

sanusi
Bagikan ke:

Jakarta, LEI – Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad mengatakan Majelis Kehormatan Gerindra akan mengadakan sidang pada Senin (4/4) terkait dugaan korupsi yang dilakukan kadernya yaitu Sanusi dalam proyek reklamasi Teluk Jakarta.

“Betul, Senin (4/4), Majelis Kehormatan partai akan bersidang,” katanya di Jakarta, Minggu.

Dia mengatakan, walaupun ada proses hukum yang berjalan, Partai Gerindra juga memiliki mekanisme internal partai terkait tindakan kadernya yang diduga melanggar hukum.

Menurut dia, mekanisme internal itu untuk menegakkan, menjunjung tinggi aturan, disiplin, kehormatan partai, menjaga kemurnian, cita-cita dan ideologi partai.

“Kendatipun demikian, Partai Gerindra memegang prinsip asas praduga tidak bersalah dan berharap agar proses hukum dapat berjalan dengan baik dan adil,” ujarnya.

Dasco menegaskan, sejak awal sikap Partai Gerindra sangat jelas, menentang dan dengan tegas melarang anggotanya terlibat dalam tindakan apapun yang sifatnya melawan hukum, melanggar Undang-undang dan Konstitusi, apalagi korupsi.

Dia mengatakan, apabila ada anggota Gerindra yang menduduki jabatan eksekutif atau legislatif dan kemudian terbukti melakukan perbuatan melawan hukum, maka harus bertanggung jawab penuh terhadap perbuatan yang dilakukannya.

Sebelumnya, Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta M Sanusi dan Presiden Direktur PT Agung Podomoro Land, Ariesman Widjaja sebagai tersangka.

Keduanya ditetapkan sebagai tersangka terkait pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Rencana Zonasi dan Pulau-Pulau Kecil dan Raperda tentang Rencana Tata Ruang (RTR) Kawasan Strategis Pantai Utara Jakarta.

Keduanya ditetapkan sebagai tersangka setelah KPK menggelar operasi tangkap tangan (OTT) pada Kamis (31/3) malam di sebuah pusat perbelanjaan di Jakarta Selatan.

Dalam OTT itu, tim KPK menyita uang senilai Rp1,1 miliar, sekitar Rp140 juta merupakan sisa dari pemberian pertama. Sedangkan, pemberian pertama sendiri dilakukan pada 28 Maret 2016 sebesar Rp1 miliar.

iklan btn

Click to comment

Komentar Anda...

To Top