Hukum

MAKI Dipanggil untuk Sidang Praperadilan Lawan KPK

BTN iklan

Jakarta, LEI – Pengadilan Negeri Jakarta Selatan memanggil pihak Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) untuk menghadiri sidang praperadilan melawan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada tanggal 10 Juli 2017.

Koordinator MAKI, Boyamin Saiman, Senin (3/7/2017), mengatakan, pihaknya telah menerima surat panggilan sidang praperadilan tersebut dari Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada hari ini.

“Hari ini MAKI dapat surat panggilan sidang praperadilan tanggal 10 Juli 2017 lawan KPK dalam perkara lambannya proses tersangka Nur Alam, Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra),” ujar Boyamin.

Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, lanjut Boyamin, melakukan pemanggilan untuk menghadiri sidang karena sebelum Idul Fitri kemarin, MAKI. mengajukan praperadilan dengan nomor register 70/Pid.Prap/2017/PN.JKT.SEL.

MAKI mengajukan praperadilan karena KPK dianggap lamban dalam memproses dugaan suap dan gratifikasi Nur Alam yang sudah cukup lama ditetapkan sebagai tersangka, yakni lebih dari setahun.

“Semestinya perkara ini cepat dibawa ke pengadilan tipikor karena bukti sudah cukup dan pemeriksaan saksi-saksi dan bukti-bukti juga sudah selesai,” katanya.

Bahkan, lanjut Boyamin, alat bukti sudah komplet karena berdasarkan temuan PPATK, terjadi dugaan pencucian uang. Ibarat sepakbola, KPK mendapat tendangan penalti, sementara kiper sedang sakit pingsan. Jadi mestinya sangat mudah.

“Atas kelambanan tersebut, kami sangat kecewa dan tidak sabar sehingga mengajukan gugatan ini dengan tujuan segera disidangkannya perkara Nur Alam di pengadilan tipikor,” katanya.

MAKI juga menyayangkan langkah KPK yang tidak melakukan penahanan terhadap Nur Alam karena selaku gubernur dimungkinkan memengaruhi saksi-saksi, menghilangkan barang bukti, mengulangi perbuatan, dan melarikan diri. “Untuk itu kami meminta KPK segera menahan Nur Alam,” ujarnya.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami