Opini

Makna Sumbar di Ganti Minangkabau

BTN iklan

Oleh Dr. Anwar Abbas, Pemerhati Agama, Politik dan Sosial .

Jakarta, 27/9 (LEI) – Adanya suara nyaring dari masyarakat, utamanya masyarakat Sumatera Barat yang ingin mengganti  nama menjadi Minangkau, perlu dikaji secara mendalam.

Secara pribadi, Saya   setuju dengan  gagasan untuk mengganti nama propinsi Sumatera Barat dengan nama propinsi Minangkabau. Karena nama minangkabau selain mencerminkan salah satu suku yang ada di negeri ini nama tersebut juga  sarat dengan nilai  sejarah dan nilai  luhur yg perlu kita gali dan wariskan kepada anak cucu dan generasi berikutnya.

Orang minang seperti diketahui  oleh banyak pihak,  telah banyak berkontribusi terhadap kemerdekaan negeri ini dan juga di dalam mengisi dan memajukan negeri ini.

Mereka  itu tampil dipentas nasional jelas karena didorong dan atau tidak bisa dilepaskan kaitannya dengan budayanya yang sangat progressif dan terbuka sehingga peran orang minang di negeri ini dalam berbagai bidang jelas tidak bisa diremehkan dan atau dilihat dengan sebelah mata.

Apalagi dalam bidang politik misalnya,  budaya Minangkabau yang   egaliter itu jelas-jelas  sangat cocok dan akan  bermakna positif sekali dalam upaya kita untuk membangun dan mengembangkan budaya demokrasi di negeri ini.

Oleh karenanya, sangat  menginginkan orang Minang untuk supaya kembali berserius-serius memperdalam pemahaman dan penghayatannya terhadap keminangkabauan agar putera puteri minang dengan budayanya yang khas tersebut akan bisa tampil dan memperkaya khazanah budaya bangsa, utamanya dapat mewarnai budaya bangsa Indonesia.

Berjalin secara berkelindan

. Apalagi kalau kita lihat dalam bidang hukum misalnya di Minangkabau itu antara hukum adat dan hukum positif dengan agama dapat berjalan  dan berjalin berkelindan jadi kalau di dalam pasal 29 ayat 1 UUD  1945 dikatakan bahwa negara berdasar kepada Ketuhanan yg Maha Esa,  maka jauh sebelum.Indonesia ini merdeka masyarakat Minangkabau sudah menerapkannya.

Dimana adat bersendi syara’, syara’ bersendi kitabullah. Jadi kalau nama propinsi Sumbar diganti dengan  propinsi Minangkabau perhatian orang sumbar hari ini baik yang ada di kampung maupun yang ada di perantauan baik di dalam maupun di luar negeri tentu diharapkan akan bisa lebih serius lagi di dalam mengembangkan dan memperkuat jati dirinya.

Sebagai orang Minangkabau dalam rangka memperkaya budaya bangsa  yang  bhinneka tunggal ika, berbeda ragam tetapi satu juga,  dikontribusikan untuk kemajuan dan kesejahteraan bangsa Indonesia yang sama-sama  kita cintai ini. Selamat memperjuangkan, demi mewujudkan sejarah yang lebih punya nilai kemasyalakhatan lebih besar untuk generasi mendatang.

**@ty.

Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami