Nasional

Mall Di Jakarta Dibuka Protokol Kesehatan Wajib

Tahan Jangan Datang Kalo Cuma Untuk Hangout

BTN iklan

JAKARTA, LEI – MALL di DKI Jakarta diizinkan beroperasi lagi mulai hari ini. Operasi mal pada PSBB transisi ini akan dibatasi dari pukul 11.00 WIB hingga pukul 20.00 WIB.

Ada beberapa kategori tenant yang masih akan tutup seperti bioskop, tempat fitness, mainan anak, tempat karaoke, hingga perawatan tubuh dan wajah. Sedangkan salon sudah diizinkan buka dengan syarat hanya melayani pemotongan rambut.

Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DPD DKI Jakarta, Ellen Hidayat mengatakan mall dengan tegas dan ketat akan memberlakukan protokol kesehatan agar pengunjung merasa nyaman dan tidak takut datang ke mall.

Protokol tersebut antara lain wajib memakai masker, jaga jarak 1 meter, suhu tubuh harus di bawah 37,5 derajat celcius, lift maksimum 6 orang, hingga pembayaran yang didorong cashless.

Tak hanya jumlah pengunjung yang dibatasi, jumlah karyawan juga akan dibatasi demi mencegah penularan Corona (COVID-19).Protokol tersebut antara lain wajib memakai masker, jaga jarak 1 meter, suhu tubuh harus di bawah 37,5 derajat celcius, lift maksimum 6 orang, hingga pembayaran yang didorong cashless.

“Saat ini karyawan yang bisa diserap hanya sekitar 50% karena mal belum beroperasi penuh, baru start dengan 50%,” ucapnya.

Untuk mengawasi kedisiplinan pengunjung di dalam mal, pihaknya membentuk tim pengendali COVID-19. Tim tersebut akan mengawasi lalu lalang pengunjung.

Tim ini juga akan mengawasi penerapan protokol kesehatan bagi pengunjung. Pihaknya pun akan berupaya meniadakan antrean.

Setidaknya akan ada 80 mal yang menjadi anggota APPBI dibuka kembali serentak hari ini. Analis Kebijakan Publik Universitas Trisakti, Trubus Rahardiansyah mengatakan masyarakat harus patuhi jaga jarak (physical distancing) satu sama lain dan tidak berkerumun. Disiplin menggunakan masker juga didorong agar aman saat belanja.

Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk menaati rambu-rambu yang telah disediakan untuk pembeli berdiri maupun duduk. Hindari kontak dengan orang yang suka batuk-batuk atau orang yang terlihat kurang sehat.

“Misalnya ada tanda silang berarti dilarang, kemudian dibikin pembatas, jadi jangan melanggar pembatas-pembatas yang sudah ditetapkan oleh mal supaya antara pembeli yang satu dengan yang lain jaraknya ada. Kalau itu lemah ya sudah otomatis bisa memunculkan sentra-sentra gelombang II COVID-19,” ujarnya.

Pengamat Kebijakan Publik Agus Pambagio menambahkan, masyarakat yang tidak punya tujuan belanja diimbau untuk tidak ke mal. Hal itu karena dibukanya mal masih berisiko terjadi penularan.

“Orang yang jalan doang, yang hanya berkunjung untuk makan atau hangout ke mal sebaiknya nggak usah datang ke mal, tahan dulu. Yang datang ke mal kalau bisa yang ada keperluannya memang mau membeli sesuatu,” sarannya.

Jika pun harus ke mal, calon pengunjung disarankan tidak membawa orang yang rentan tertular virus yakni lansia, yang memiliki penyakit bawaan dan anak-anak.

“Nggak usah ajak keluarga, anak-anak, orang tua itu nggak usah diajak ke mal dulu. Kalau orangnya sudah tua, rentan, di atas 50, itu sebaiknya tidak usah ke mal. Atau mereka kategori anak-anak yang usianya di bawah 15 tahun ke bawah misalnya, itu nggak usah diajak ke mal,” ucapnya.

sumber: detik.com

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami