Opini

Manajemen Risiko Perbankan Hati-hati Kejahatan di Dunia Maya

BTN iklan

Oleh : Krizia Putri Kinanti

Revolusi media komunikasi begitu cepat. Saat ini, hampir setiap orang memakai telepon genggam. Bahkan, saat ini pengguna gawai melebihi penduduk Indonesia. Pasalnya, ada orang yang memiliki telepon genggam lebih dari satu.

Perkembangan teknologi tentu memudahkan beraktivitas penggunanya. Tak ayal, kehadiran teknologi yang semakin hari semakin canggih membuat aktivitas nasabah perbankan menjadi mudah.

Nasabah sekarang tidak perlu datang ke kantor cabang karena melalui ujung jari sudah bisa melakukan transaksi. Akibatnya, bank pun berlomba-lomba memutakhirkan teknologi untuk memanjakan nasabah.

Satu sisi, semakin maju teknologi, risiko pun tidak serta-merta mengecil. Risiko kejahatan atau pembobolan teknologi pun meningkat. Secara teknis risiko operasional pun meningkat, mulai dari kesalahan transfer, kesalahan pendebetan, hingga sistem mati.

Wakil Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Polri Kombes Pol Dul Alim mengatakan pihaknya kini memiliki sejumlah unsur baru dalam penanganan kejahatan dunia maya, salah satunya adalah Direktorat Siber Bareskrim Polri.

“Direktorat Siber Bareskrim ini yang khusus menangani perkara kejahatan di dunia maya atau cyber crime, kami setiap hari melakukan patroli dunia maya,” tuturnya, Kamis (30/3).

Menurutnya, ada beberapa kejahatan internet yang ditemui di direktorat ini seperti pembajakan email, jual beli rekening, dan internet mirroring dari internet banking. Selain itu, ada modus operandi lain, seperti investasi bodong, phising, hingga hoax.

Sempat santer terdengar mengenai pembobolan rekening nasabah yang memanfaatkan celah keamanan di internet banking, yaitu dengan cara membuat malware, perangkat lunak yang diciptakan untuk merusak sistem komputer.

Malware itu disebarkan melalui situs terlarang, seperti website porno, judi, dan lainnya, melalui perangkat lunak bajakan.

Ada juga pelaku yang melakukan pembajakan mobile banking via telepon. Pelaku menelepon korban dengan data yang dimiliki berpura-pura sebagai agen kredit lalu meminta nomor rekening dan kemudian membobol rekening korban.

Sampai saat ini Direktorat Cyber Crime masih melakukan patroli dan mengamati setiap tindak atau gerak-gerik mencurigakan yang terjadi di dunia maya.

Dewan Komisioner Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kusumaningtuti S, Soetiono menyampaikan jumlah pengaduan tentang kejahatan internet perbankan mencapai 1.305 pengaduan, dengan nilai kerugian sebesar Rp8,5 miliar dan pemulihan dari kerugian sebesar Rp6,3 miliar.

TIDAK MERATA

Menurutnya, kemajuan teknologi ini tidak dirasakan secara merata bagi seluruh penduduk Indonesia. Akibatnya, masih ada kasus kejahatan perbankan karena minim informasi.

“Karena pengguna jasa keuangan perbankan tidak merata, banyak masyarakat yang terpengaruh dan terkena kasus investasi bodong yang memanfaatkan ketidaktahuan masyarakat,” ujarnya.

Direktur Konsumer Banking BNI Anggoro Eko Cahyo menyampaikan, perseroan memiliki cara sendiri untuk melawan hoax dan cyber crime yang marak terjadi.

“Tentunya branding dapat mengurangi adanya kejahatan seperti itu, kami menguatkan di branding selain sistem keamanan internal yang terus di-upgrade,” katanya.

Bank berkode emiten BBNI sempat terkena cyber crime beberapa waktu yang lalu, yakni berita hoax di mana terdapat undian mengatasnamakan BNI. Namun seiring penguatan branding, Anggoro percaya nasabah sudah semakin paham.

Upaya penguatan branding yang pertama, perseroan harus intens berkomunikasi dengan nasabah via media sosial sehingga ketika nasabah bertanya, bank menjawab agar tidak miskomunikasi. Kedua melakukan pendekatan agar perseroan mengetahui feedback dari nasabah.

Satu sisi, tidak hanya bank saja yang harus memperkuat keamanan, tetapi nasabah juga. Semakin nasabah mengerti mengenai layanan perbankan, maka potensi terhindar dari cyber crime pun semakin besar.

Sumber: Bisnis.com

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami