Mantan Kepala KSOP Ternate Terjaring OTT, Sita Ratusan Juta Rupiah – Legal Era Indonesia
Hukum-Bisnis

Mantan Kepala KSOP Ternate Terjaring OTT, Sita Ratusan Juta Rupiah

Tersangka beserta barang bukti, kasus OTT di Kantor Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan (KSOP) Ternate
Tersangka beserta barang bukti, kasus OTT di Kantor Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan (KSOP) Ternate (foto: Kompas)
Bagikan ke:

TERNATE, (LEI) – Mantan Kepala Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Kota Ternate inisial HM alias Hengky dilaporkan tertangkap Operasi Tangkap Tangan (OTT). Dia diringkus oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Maluku Utara.

Padahal Hengky rencananya akan menempati jabatan barunya sebagai Kepala KSOP Tenau Kupang, NTT.

Selain Hengky, polisi juga mengamankan dua orang lainnya dalam OTT dugaan kasus gratifikasi proyek docking kapal perintis R-65 Pangkalan Ternate tersebut. Mereka ditangkap saat petugas Saber Pungli melakukan operasi, Kamis (9/11/2017).

“Petugas melakukan operasi di salah satu kamar Menara Archie Hotel Ternate, dan berhasil menangkap HM alias Hengky yang merupakan Kepala KSOP Ternate, AR alias Abdul staf KSOP Ternate, dan BS alias Bonefasius sebagai kontraktor,” kata Ketua Tim Saber Pungli Polda Malut, Kombes Pol Sam Y K dalam keterangan persnya, Senin (13/ 11/ 2017).

Dalam OTT itu, selain ketiga tersangka, polisi menyita sejumlah barang bukti (BB), di antaranya uang tunai senilai Rp 190.420.000 yang diduga uang gratifikasi, 2 rangkap dokumen dan 5 buah telepon genggam.

“Ketiganya telah ditetapkan sebagai tersangka setelah polisi menaikkan kasus tersebut ke penyidikan dan kini telah ditahan di sel tahanan Polda Malut,” ujarnya.

Dari hasil pemeriksaan, tersangka Hengki dan Abdul menerima suap.

Berdasarkan pasal 12 huruf a, pasal 12 huruf b, pasal 5 ayat 2 atau pasal 11 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat 1 KUHP, diancam pidana penjara seumur hidup atau penjara 4-20 tahun kurungan ditambah denda minimal Rp 200 juta dan maksimal Rp 1 miliar.

Sementara tersangka Bonefasisus (kontraktor) selaku pemberi atau perantara dikenakan pasal 5 ayat 1 huruf a, serta pasal 5 ayat 1 huruf b serta pasal 13 UU Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat 1 KUHP dengan ancaman penjara maksimal 5 tahun.

Kasus gratifikasi tersebut terkait dengan proyek docking kapal perintis R-65 Pangkalan Ternate yang dikerjakan di pangkalan Kota Bitung Propinsi Sulawesi Utara (Sulut) dengan Harga Perkiraan Sementara (HPS) sebesar Rp 2.424.663.000. Adapun nilai penawaran docking kapal tersebut sebesar Rp 2.357.300.000, dan nilai terkoreksi/nilai kontrak sebesar Rp 2.357.300.000. Proyek tersebut bersumber dari ABPN 2017, dengan pemenang tender PT Kelincimas Perdana.

iklan btn

Click to comment

Komentar Anda...

To Top