Hukum

Mantan Mahasiswa Hukum : Gorsuch Mengatakan pada Seluruh Kelas bahwa Wanita dapat Memanipulasi Cuti Hamil.

BTN iklan
Supreme Court nominee Neil Gorsuch (NPR)

(LEI/NPR) – Seorang mantan murid dari Hakim Neil Gorsuch, seseorang yang dicalonkan oleh Presiden Trump sebagai anggota Mahkamah Agung, membeberkan apa yang dia dapat di dalam kelas yang dia ikuti dengan pengampu Gorsuch di Universitas Hukum Colorado tahun lalu, beliau mengatakan kepada peserta kelasnya bahwa tiap pemilik, terutama lembaga hukum, harus menanyakan pada setiap pelamar kerja terutama perempuan mengenai rencana untuk memiliki anak dan menyiratkan bahwa perempuan memanipulasi wawancara perusahaan  sejak awal agar dapat mengambil keuntungan dari cuti bersalin.

Hal ini telah dibagikan sebelumnya melalui surat dan dimuat dalam artikel Minggu malam yang diterbitkan oleh Asosiasi Ketenagakerjaan Pengacara Nasional dan Pusat Hukum Wanita Nasional, di tulis oleh Jennifer Sisk, lulusan tahun 2016 dari Universitas Hukum Colorado. Surat ini dikirmkan pada hari Jumat kepada Pimpinan Komite Kehakiman, Senator Chuck Grassley (R-Iowa), dan Senator Dianne Feinstein (D-Calif).

Dalam wawancara dengan pihak NPR, Sisk berkata bahwa dia menulis surat berisi “jadi pertanyaan yang berkenaan dengan hal tersebut dapat ditanyakan dalam konfirmasi dengar pendapatnya (Gorsuch)”, yang dimulai pada hari Senin sebelum penetapan Komite Kehakiman. Sedangkan mahasiswa yang lain tidak ikut mempublikasikannya.

Pada 19 April 2016, Sisk menuliskan bahwa Hakim Gorsuch ketika menyampaikan materi dalam diskusi kelas menggunakan contoh permasalahan seorang mahasiswi hukum yang melamar pekerjaan ke firma hukum karena mahsiswi tersebut harus melunasi banyak hutang. Juga dia bermaksud membangun sebuah keluarga bersama suaminya.

“Kemudian Hakim Gorsuch memotong diskusi kelas kami dan menanyakan ada berapa banyak dari kami yang tahu bahwa perempuan memanfaatkan keuntungan dari cuti bersalin lalu keluar dari perusahaan itu dengan seenaknya,” Kata Sisk.

Sisk memanggil beberapa mahasiswa yang mengangkat tangannya dan melakukan reka ulang Gorsuch. “Beliau berkata,’ Ayolah. Tangan kalian semua harus diangkat. Berapa banyak wanita yang melakukan ini,” ujar Sisk.

Juru bicara administrasi Trump yang menominasikan Gorsuch, Ron Bonjean, menegaskan bahwa Gorsuch secara konsisiten mendapatkan rating tertinggi dari para mahasiswanya di sekolah hukum.

Sisk membenarkan keseluruhan pujian yang ditujukan untk Gorsuch sebagai seorang guru dan pakar hukum diluar kejadian ini.

Para profesor hukum seringkali bertanya secara provokatif di dalam pengajarannya. Ketika Sisk ditanya mengenai kemungkinan apakah Gorsuch pernah melakukannya, Sisk menjawab NPR,” Itu tidak berarti beliau sudah melakukan hal tersebut. Ini sudah kali kedua dalam kelas terakhir, belum pernah sebelumnya beliau menggunakan gaya mengajar ini untuk mengangkat isu semua kelas, atau semua semester”

Dia menambahkan,” Hakim Gorsuch terus mengarahkan topik diskusi mengenai bagaimana wanita mengambil keuntungan dari perusahaan, ini adalah isu wanita, masalah wanita yang memiliki anak, dan merugikan perusahaan dengan melakukan cuti tersebut.”

Hukum Federal melarang para pemilik usaha membuat keputusan berdasarkan status kehamilan atau rencana berkeluarga. Sisk menuduh perkataan Gorsuch, “ Perusahaan seharusnya menanyakan beberapa pertanyaan dalam wawancara mengenai hal itu agar dapat melindungi perusahaan itu sendiri”

Hukum itu sendiri tidak secara eksplisit melarang pertanyaan seperti itu, menurut aturan yang dipublikasikan Komisi Kesetaraan Kesempatan Kerja. Tapi jika pertanyaan itu mengarah kepada status kehamilan atau rencana berkeluarga, keputusan untuk merekrut tidak boleh berdasarkan jawaban dari pertanyaan tersebut.

Sisk mengatakan bahwa sekolahnya secara resmi percaya bahwa interpretasi Gorsuch adalah salah.

Ketika Sisk membawa permasalahan tersebut kepada Dekan di Universitas Hukum Colorado, pihak mereka mengatakan bahwa akan berbicara kepada Gorsuch. Sisk tidak mengikuti lebih lanjut kabar mengenai pembicaran tersebut apakah benar-benar dilakukan oleh dekan atau tidak. Dekan sendiri tidak merespon panggilan dari NPR.

Ketika kami menanyakan pada Sisk mengenai apa yang dia harapkan dari institusi, dia menjawab, “ Saya tidak ingin mengehentikan beliau mengajar. Saya pikir beliau adalah profesor yang baik. Tapi saya lebih menekankan pada orang lain agar berbicaralah kepada beliau dan jelaskan, bahwa beliau tidak seharusnya membicarakan hal tersebut di dalam kelas, beliau butuh untuk mengerti hukum ketenagakerjaan seperti apa, dan bagaimana hal itu menjadi permasalahan ketika beliau menyampaikannya di hadapan seluruh kelas diskusinya.”

Sisk mengatakan bahwa salah satu alasan dia berani bertindak seperti ini adalah masalah diskriminasi yang pernah dialami ibunya pada tahun 1970-an ketika sedang melanjutkan studi di sekolah hukum.

“Saya kira itu hanya terjadi pada masa lalu,” kata Sisk. “Jadi saya terkejut ketika mengikuti kelas ini, pada April 2016, apalagi itu terucap dari seorang profesor yang saya hormati, sangat berpengalaman di bidang hukum, tapi dengan enaknya mengekspresikan hal tersebut di ruangan yang penuh dengan mahasiswa hukum, termasuk mahasiswi yang dimentori oleh beliau.”

Pusat Bantuan Hukum bagi Wanita mempublikasikan surat Sisk kepada Komite Hukum, mengutip opini yang ditulis oleh Ketua Mahkamah Agung William Rehnquist pada tahun 2003 mengenai membela kenetralan gender terhadap aplikasi FMLA* melawan “Anggapan bahwa perempuan yang terutama adalah sebagai ibu, sedangkan sebagai karyawan adalah prioritas kedua”. Kemudian Rehnquist tergerak untuk menulis,” Hal ini sama saja memaksakan stereotipe bahwa wanita seharusnya berada dalam lingkup rumah tangga dan menggiring sudut pandang para perekrut tenaga kerja mengenai komitmen wanita untuk bekerja dan nilai mereka.”

Sisk semakin menekankan hal ini dalam sebuah tulisannya dalam media sosial Facebook di bulan Januari, sesaat setelah pengangkatan Gorsuch di mahkamah agung. Setelah menuangkan semua klaimnya dalam surat, Sisk juga berkata,” Beliau tetap yang terbaik daripada pilihan lainnya.”


Sumber:

http://www.npr.org/2017/03/20/520743555/former-law-student-gorsuch-told-class-women-manipulate-maternal-leave

*)FMLA = Family and Medical Leave Act, merupakan perlindungan hukum kepada tenaga kerja yang mengambil cuti hingga 12 bulan tanpa harus kehilangan pekerjaan. Namun FMLA juga butuh persyaratan perlindungan kesehatan bagi para pekerja agar ini berlaku

http://employment.findlaw.com/family-medical-leave/what-is-fmla-faq-on-federal-leave-law.html

Perlihatkan Lebih

One Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Lihat juga

Close
Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami