Internasional

Mantan Presiden Brasil Akhirnya Serahkan Diri ke Polisi

BTN iklan

SAO PAULO (LEI) – Mantan Presiden Brasil, Luiz Inacio Lula da Silva, akhirnya menyerahkan diri kepada polisi pada Sabtu 7 April. Pria berusia 72 tahun itu sebelumnya menolak dipenjara meski sudah divonis hukuman kurungan 12 tahun oleh pengadilan pada Kamis 5 April.

Pengadilan lantas memerintahkan agar Lula segera menyerahkan diri selambatnya pada Jumat 6 April petang waktu setempat. Namun, pria kelahiran Caetes itu justru memilih menghabiskan malam di dalam markas serikat pekerja baja di Sao Paulo.

“Saya akan mematuhi perintah. Saya tidak kebal hukum. Jika saya tidak yakin pada hukum, saya tidak akan pernah mendirikan partai politik. Saya akan memulai revolusi,” ujar Luiz Inacio Lula da Silva kepada para pendukungnya sebelum digelandang polisi, melansir dari Reuters, Minggu (8/4/2018).

Bentrokan sempat terjadi antara personel kepolisian dengan sejumlah pendukung Lula da Silva di luar markas serikat pekerja tersebut. Bangunan itu sangat bersejarah bagi Luiz Inacio Lula da Silva karena menjadi awal pergerakan politiknya dengan merintis serikat hingga mendirikan Partai Pekerja.

Para pendukung sempat menghalangi langkah Luiz Inacio Lula da Silva untuk meninggalkan gedung tersebut pada Sabtu siang. Ketua Partai Pekerja, Gleisi Hoffmann, akhirnya turun tangan untuk membujuk para pendukung guna membuka jalan bagi mobil yang ditumpangi Lula da Silva.

Presiden Brasil pada periode 2003-2011 itu dinyatakan bersalah karena menerima suap dari sebuah perusahaan teknik sebagai imbalan telah membantu mengamankan proyek dengan perusahaan minyak milik negara, Petrobras. Lula berulang kali membantah, termasuk ketika hendak menyerahkan diri.

“Saya adalah satu-satunya orang yang diproses secara hukum atas kesalahan yang tidak saya lakukan,” ujar Luiz Inacio Lula da Silva.

“Mereka yang menuduh saya tanpa bukti sebenarnya tahu bahwa saya tidak bersalah dan memerintah dengan jujur. Mereka yang menuntut saya bisa melakukan apa saja, tetapi mereka tidak bisa memenjara mimpi kita bersama,” pekik Presiden Brasil ke-35 itu dalam sebuah pesan video.

Meski dinyatakan bersalah pada 2017, Luiz Inacio Lula da Silva masih menjadi figur yang dicintai publik Negeri Samba. Di bawah kepemimpinannya, Brasil mencapai tingkat kesejahteraan tinggi sebagai dampak melejitnya komoditas di dunia internasional. Ia bahkan mengakhiri masa jabatannya dengan tingkat popularitas mencapai lebih dari 80 persen. (okezone)

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami