Hukum

Mantap, Setya Novanto Resmi Ditahan!

BTN iklan

JAKARTA, (LEI) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penahanan terhadap Ketua DPR RI Setya Novanto. Adapun penahanan untuk Setya Novanto dimulai sejak 17 November 2017 hingga 6 Desember 2017.

“Menahan selama 20 hari terhitung 17 November 2017 sampai dengan 6 Desember 2017 di Rutan Negara Klas I Jakarta Timur Cabang KPK,” ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah dalam jumpa pers di gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Jumat (17/11/2017).

KPK melakukan penahanan karena berdasarkan bukti yang cukup, Novanto bersama pihak lainnya diduga melakukan korupsi pada proyek e-KTP. Mungkin ada beberapa dari kita yang menyadari bahwa KPK kerap melakukan penahanan pada hari Jumat sehingga sampai memunculkan istilah “Jumat keramat”.

Adapun pihak Novanto, termasuk kuasa hukumnya, menolak menandatangani berita acara penahanan dan pembantaran sehingga penyidik KPK dan sejumlah saksi yang menandatanganinya.

KPK juga memberikan salinan berita acara kepada istri Novanto.

Siapa pemenang sayembara 10 Juta?

Koordinator Perkumpulan Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia Boyamin Saiman sempat menyelenggarakan sayembara berhadiah Rp 10 juta bagi siapa saja yang menyampaikan informasi soal keberadaan Ketua DPR Setya Novanto, tersangka kasus dugaan korupsi proyek e-KTP.

Sayembara itu diumumkan pada Kamis (16/11/2017) kemarin, saat Novanto menghilang dari kejaran Komisi Pemberantasan Korupsi. Pada Kamis sore, Novanto muncul dalam wawancara di salah satu stasiun televisi swasta dan menyatakan akan mendatangi KPK malam itu.

Namun, dalam perjalanan, Novanto mengalami kecelakaan karena mobil yang ditumpanginya menabrak tiang listrik. Ia pun menjalani perawatan di Rumah Sakit Medika Permata Hijau.

Ternyata, sebelum Novanto memberikan pernyataan melalui stasiun televisi, salah seorang warga sudah terlebih dahulu memberitahukan keberadaan Ketua Umum Partai Golkar itu kepada Boyamin.
Orang tersebut juga memberitahu bahwa Novanto akan mendatangi KPK malam itu.

Informasi itu diberikan kepada Boyamin lewat pesan singkat pukul 14.52 WIB. “Maka telah diketemukan seorang yang mampu memberikan informasi paling valid meskipun tidak berujung kepada terjadinya penangkapan,” kata Boyamin, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (17/11/2017).

“Terhadap orang tersebut akan diberikan uang Rp 10 juta karena telah memenuhi persyaratan paling valid,” tambah dia.

Boyamin mengatakan, pada Jumat sore, ia menemui langsung orang tersebut untuk menyerahkan uang Rp 10 juta. Akan tetapi, si pemenang sayembara tidak mau identitasnya diungkap ke media.

“Rilis ini sekaligus ralat bahwa hadiah akan diterima tiang listrik karena sayembara adalah diperuntukkan orang atau sekelompok orang. Jadi tidak mungkin uang diberikan kepada tiang listrik karena tidak sesuai syarat sayembara,” ujar Boyamin.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

7 Komentar

  1. Ping-balik: Google
  2. Ping-balik: Google

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami