Hukum

Markus Nari Tersangka Halangi Penyidikan e-KTP

BTN iklan

Jakarta, LEI – Anggota DPR RI periode 2014-2019 dari Fraksi Partai Golongan Karya (Golkar), Markus Nari, ditetapkan sebagai tersangka kasus menghalangi penyidikan dan penuntutan kasus korupsi e-KTP yang disidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Tersangka MN (Markus Nari) diduga dengan sengaja mencegah, merintangi atau menggagalkan secara langsung atau tidak langsung penyidikan dan penuntutan di pengadilan,” kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di Jakarta, Jumat (2/6/2017).

Penyidik menetapkan Markus sebagai pesakitan karena memengaruhi Irman dan Sugiharto, dua terdakwa kasus korupsi e-KTP yang perkaranya kini sedang disidangkan di Pengadilan Tindan Pidana Korupsi Jakarta.

Markus juga memengaruhi mantan Anggota Komisi II DPR RI Miryam S Haryani agar tidak memberikan keterangan yang sebenarnya tentang korupsi e-KTP saat bersaksi untuk terdakwa Irman dan Sugiharto di pengadilan.

Penyidik sempat menggeledah rumah pribadi dan dinas Markus. Dari sana, penyidik menyita fotokopi BAP atas nama Markus Nari. Penyidik juga menyita HP dan USB yang bersangkutan.

Dalam surat dakwaan terhadap Irman dan Sugiharto, jaksa penuntut umum KPK menyebut Markus Nari menerima uang Rp 4 milyar terkait kasus korupsi e-KTP. Markus sudah membantah saat bersaksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis (6/4/2017).

KPK menyangka Markus melanggar Pasal 21 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami