BTN iklan
LiputanNasional

Masa Tanggap Darurat Bencana Palu dan Donggala Hingga 11 Oktober

JAKARTA, (LEI) – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis sebanyak 832 korban meninggal, 540 luka berat dan ratusan lainnya masih hilang akibat gempa dan tsunami di wilayah Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah. Sebagian besar korban disebabkan terjangan tsunami dan tertimbun bangunan.

Kini sebanyak 16.732 pengungsi berada di 24 titik di Palu dan Donggala.

Pemerintah menetapkan masa tanggap darurat hingga 11 Oktober atau selama 14 hari. Sementara, posko induk tanggap darurat tengah didirikan di Makorem 132 Tadulako Kota Palu.

Jokowi kunjungi kota Palu

Tempat pertama yang dikunjungi Presiden Joko Widodo adalah Kompleks Perumnas Balaroa, ketika berkunjung ke Kota Palu, Sulawesi Tengah pada Minggu (30/9).

Orang nomor satu RI itu pun sempat berbincang dengan warga korban bencana gempa dan tsunami yang menyambut kedatangannya.

“Ini memang keadaan darurat karena jalan banyak yang terputus, bandara. Listrik dari tujuh gardu baru yang hidup‎. (Suplai) BBM juga (terhambat karena) jalan tertutup,” kata Jokowi.

Terkait pasokan bahan bakar minyak (BBM), Presiden ketujuh RI memerkirakan dalam dua hari akan sampai ke lokasi. Alat berat dari Mamuju, Gorontalo menurutnya juga sudah bergerak ke lokasi bencana.

“Kita berdoa semoga lancar alat-alat berat sampai ke sini nanti malam‎,” tukas suami Iriana tersebut.

Demikian juga terkait bahan pangan dan air yang terhambat. Hal ini dikarenakan kondisi bandara yang belum siap 100 persen untuk dipakai pesawat mendarat.

“Saya harap masyarakat sabar semua. Saya tahu banyak persoalan yang harus diselesaikan dalam waktu dekat, termasuk berkaitan dengan komunikasi,” pungkas Jokowi.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Komentar Anda...

Related Articles

Close
Close