BTN iklan
HEADLINESHukumMahkamah Agung

Masihkah MA Akuntable?

JAKARTA, LEI – Suhadi yang direkomendasikan Asosiasi Pimpinan Perguruan Tinggi Hukum Indonesia pada eksaminasi Perkara Sujiono Timan sesuai Buku Akuntabilitas Mahkamah Agung (bisa dibeli di Toko Buku Gramedia dan online) yang seharusnya diberikan sangsi oleh Ketua Mahkamah Agung justru mendapat dukungan menjadi Ketua Kamar Pidana yang dilantik pada siang ini menggantikan Artijo Alkostar.

Akuntabilitas MA semakin dipertanyakan dengan dilantiknya Suhadi mengganti Artijo.

Suhadi yang merupakan Juru Bicara Mahkamah Agung resmi dilantik menggantikan posisi Artidjo Alkostar yang telah pensiun pada 22 Mei 2018 lalu. Usai pelantikan, Suhadi menyampaikan visi misinya menjadi Ketua Muda Pidana MA.

“Visi misi sudah jelas untuk mencapai peradilan yang agung. Semuanya diupayakan supaya melaksanakan tugas sesuai dengan peraturan, SOP dan regulasi yang sudah dibuat pimpinan.” ujar Suhadi di Ruang Kusumah Atmadja lantai 14, Gedung Mahkamah Agung, Jakarta, Selasa (9/10).

Setiap tahun, sambung dia, juga dilakukan rapat pleno kamar dan rapat pleno antar kamar. Pada kesempatan itulah seluruh pendapat hakim di kamarnya masing-masing dipersatukan untuk pelaksana tugas.

“Mahkamah ini kan ada sistem kamar. Tujuannya supaya ada satuan pelaksana hukum menghindari disparitas dari yang satu ke yang lain. Kemudian mempercepat proses pemeriksaan perkara dan meningkatkan kualitas putusan hakim.” jelasnya.

Mengenai target penyelesaian perkara, menurutnya hal itu dapat dilakukan dengan kerja sama antar hakim agung pidana lain. Dengan demikian, terjalin sinergi untuk meningkatkan efektifitas dan kualitas dari hasil kerja di bidang pidana.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Komentar Anda...

Related Articles

Close
Close