Nasional

Memaksimalkan Potensi Influencer guna Menjual Lebih Banyak Produk

BTN iklan

Lei- Influencer—atau biasa dikenal juga dengan sebutan Social Media Influencer—adalah seorang bloger, selebritas, pakar, atau bahkan orang biasa. Mereka memiliki dampak besar, baik secara online maupun offline, terhadap sebuah kultur.

Berkat lingkaran sosial yang besar, mereka dapat menjadi seseorang yang paling potensial bagi brand dan upaya pemasaranmu. Influencer memiliki banyak pengikut yang akan mendengarkan apa pun opini mereka terhadap sesuatu.

Influencer membantu konsumen terhubung dengan produk atau fitur yang kamu tawarkan ke tingkat yang lebih personal.

Dengan dukungan dari influencer terhadap produk yang kamu pasarkan, kamu akan memiliki sebuah bentuk promosi yang autentik. Mereka juga menyukai produk tersebut, bukan semata-mata hanya dipromosikan tanpa adanya kecintaan terhadap produk.

Kecintaan produk dari influencer membantu konsumen terhubung dengan produk atau fitur yang kamu tawarkan ke tingkat yang lebih personal. Brandakan mendapatkan kepercayaan penuh dari publik, dan menghadirkan leadpotensial di media sosial lewat follower yang ada.

Ilustrasi kerja sama dengan influencer

LOOKIS adalah sebuah brand yang menjual berbagai jenis kanvas serta peralatan lukis lainnya. LOOKIS telah memiliki beberapa konsumen loyal, dan berkeinginan agar lebih banyak orang mengetahui berbagai produk yang mereka jual.

LOOKIS mengenal jenis konsumen mereka, yang mayoritas adalah kaum muda dari kalangan menengah ke atas dengan jiwa seni. Mereka juga mengetahui bahwa konsumennya kebanyakan aktif di media sosial dan blog yang berhubungan dengan lukisan.

Berdasarkan data yang mereka punya, LOOKIS mencari cara untuk meyakinkan calon konsumennya bahwa mereka merupakan brand yang menjual berbagai macam alat lukis berkualitas dengan lengkap. Walaupun tersedia berbagai pilihan untuk mempromosikan barang seperti iklan di televisi ataupun banner ads, tetapi LOOKIS lebih memilih menggunakan jasa influencer untuk mempromosikan produk.

Influencer | Cat Minyak

Sumber: Wikimedia

LOOKIS tertarik dengan seorang figur yang bernama Tablo Tikasso, seorang pelukis terkenal yang memiliki blog pribadi dengan puluhan ribu follower di akun media sosialnya. LOOKIS berpikir bahwa apabila Tablo menuliskan ulasan tentang sebuah produk di blog miliknya, ia akan mampu meyakinkan puluhan ribu pengikutnya untuk membeli produk tersebut. Tablo dan LOOKIS akhirnya sepakat untuk menjalankan campaign tersebut.

Setelah menerima produk dari LOOKIS, Tablo ternyata sangat menyukai produk tersebut. Ia menuliskan ulasannya terhadap produk tersebut dan mengunggah karya yang dibuatnya dengan produk dari LOOKIS.

Respons audiens yang diterima luar biasa. Tablo berhasil mendapatkan hingga 50.000 like dari para pengikutnya. LOOKIS juga dibanjiri pesanan yang datang dari upayanya ini. Semua pihak diuntungkan.

Kenapa harus dengan influencer?

Influencer | Speak

Sumber: Pexels

Di era modern seperti sekarang, kebanyakan konsumen ingin mengetahui informasi dari fitur atau produk sebelum memutuskan untuk menggunakannya. Hal ini sudah hampir pasti, karena melalui konten organik yang dihadirkan oleh para influencer, para pemilik brand akan memiliki kekuatan untuk memberikan informasi lebih banyak kepada pelanggan tentang produk yang dijualnya.

Sifat konsumen tersebut menjadikan strategi social media marketing melalui influencer adalah salah satu pilihan terbaik untuk menjual produk di ranah maya, khususnya media sosial.

Influencer | Kerjasama

Sumber: Pexels

Bagaimana bekerja dengan influencer?

Setelah membaca beberapa ulasan di atas, mungkin kamu mulai tertarik untuk menggunakan jasa influencer dalam memasarkan produk. Tetapi bagaimanakah cara untuk mengetahui siapa figur yang cocok untuk bekerja sama denganmu?

Ketahui di mana kategori produk berada

Berada di kategori apa produk atau fitur yang kamu tawarkan? Apakah ada di bidang gaya hidup, otomotif, teknologi, atau bidang lainnya?

Setelah mengetahui hal tersebut, kamu juga harus mulai untuk mencari tahu, di platform media sosial mana target audiens kamu lebih aktif. Apakah mereka lebih senang menggunakan Facebook, Twitter, Instagram, atau bahkan platform lain yang cukup niche seperti Path.

Ketahui figur mana saja yang telah audiens kamu ikuti

Setelah mengetahui keberadaan mayoritas target audiens, kini kamu juga harus mengetahui siapa figur yang paling banyak diikuti oleh target audiens. Apabila diperlukan, kamu juga dapat membuat sebuah daftar dari influenceryang paling berpengaruh di kategori tempat brand milikmu berada.

Manfaatkan tool untuk mencari influencer

Apabila kamu mengelola sebuah brand dari perusahaan besar, kamu juga dapat memanfaatkan jasa dari pihak ketiga seperti agensi digital untuk menjadi sumber influencer. Dengan bantuan agensi, kamu tidak perlu lagi mencari-cari influencer mana yang cocok untuk brand yang kamu kelola.

Apabila memegang brand yang lebih kecil, kamu dapat menggunakan layanan seperti Klout untuk membantu menguji popularitas influencersebelum menggunakan jasa mereka.

Kenali dan evaluasi konten yang dibuat

Adalah hal yang sangat penting untuk mengetahui cara influencer ketika menyajikan konten mereka. Apakah konten tersebut terlihat menarik di mata target audiens kamu? Apakah konten yang mereka sajikan cocok untuk brandyang kamu kelola? Apa harapanmu dari konten yang mereka buat tersebut?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut akan membantumu untuk mengetahui seperti apa cara yang digunakan influencer untuk menyajikan konten.
Selain itu, dengan mengenal influencer secara personal, kamu akan mengetahui kepribadian serta cara untuk berinteraksi dengan mereka.

Influencer | Social

Sumber: Pexels

Apabila kamu telah siap untuk bekerja sama dengan para influencer, mulailah masuk ke dalam lingkaran sosial mereka sebelum mengajukan proposal dan negosiasi kerja sama. Intinya adalah, bersosialisasilah di media sosial.

read also

Bagikan konten dari influencer tersebut, foto, cuitan, atau lainnya. Jangan lupa untuk menyertakan (tag) atau menyebutkan nama mereka di dalam post yang kamu buat. Ketika figur tersebut mengetahui kehadiran kamu di lingkaran sosial mereka, kini kamu siap untuk mengajukan penawaran.

Hubungi influencer dengan cara tepat

Ada beberapa cara untuk mengajukan penawaran kepada influencer, antara lain:

  • Mengirimkan pesan lewat jalur pribadi (DM atau inbox),
  • Mencari kontak influencer lewat situs web yang mereka miliki, atau
  • Mencari teman/kerabat yang dapat menghubungkan kamu dengan sang influencer.

Apabila sebelumnya kamu telah bekerja sama dengan si influencer dan kedua belah pihak merasa nyaman, kamu dapat langsung mengajaknya bekerja sama kembali. Idealnya, influencer yang akan bekerja sama denganmu haruslah yang tertarik kepada produk atau fitur yang kamu tawarkan.

Sesuaikan dengan kemampuan brand

Apabila kamu adalah sebuah brand yang terbilang kecil, jangan memasang ekspektasi terlalu tinggi kepada seorang figur dengan follower yang luar biasa banyak. Mulailah dari para influencer dengan jumlah follower yang lebih sedikit.

Satu hal lagi yang perlu kamu ingat sebelum menggunakan jasa influenceruntuk mempromosikan produk atau fitur yang kamu buat. Kamu harus memperhatikan regulasi serta dasar hukum dari upaya ini agar nantinya kamu tidak akan kesulitan apabila terjadi masalah dalam kontrak atau pekerjaan. Jika diperlukan, kamu dapat menanyakan hal ini kepada konsultan atau badan hukum yang terkait.

Sumber: Google Primer

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami