LifestyleTraveling

Memulihkan Kondisi Pariwisata Pasca Insiden Bom

BTN iklan

Jakarta (LEI) – Insiden Bom Surabaya secara tidak langsung membawa dampak terhadap berbagai sektor, termasuk pariwisata. Namun hal yang harus difokuskan oleh seluruh stake holder di industri pariwisata bukanlah dampak negatifnya, melainkan upaya bahu membahu untuk memulihkan kondisi.

Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia atau yang dikenal dengan Association of The Indonesian Tours And Travel Agencies (ASITA), Asnawi Bahar, mengatakan ada beberapa hal yang harus segera dilakukan terkait insiden tersebut.

“Yang penting bagaimana cara me-recovery! Bagaimana cara kita menyampaikan ke dunia internasional, kalau hal ini terjadi di sebuah wilayah bukan di seluruh Indonesia. Kemudian bagaimana media bisa membantu mengeliminir dampak-dampak yang lebih besar,” ujar Asnawi saat dihubungi via telepon, Senin (14/5).

Asnawi mengatakan daerah-daerah di sekitar Surabaya juga harus dipromosikan jika kondisinya aman. Misalnya Malang, Probolinggo, Banyuwangi, dan lain-lain. Ia memberi contoh, saat Gunung Agung di Provinsi Bali meletus, daerah yang diekspose adalah Kuta dan Nusa Dua.

Tak hanya itu, ia melanjutkan, tim crisis center Kementerian Pariwisata harus membuat kebijakan-kebijakan terkait pemulihan. Asnawi mengatakan road show dan promo ke pasar-pasar utama Indonesia bisa menjadi langkah yang baik.

“Kalau perlu acara tersebut (road show dan promo) melibatkan Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk menjelaskan kondisinya. Perlu juga penjelasan tentang kondisi Indonesia yang terlalu besar jika hanya dilihat dari sebuah daerah,” katanya.

Ia juga meminta Menteri Luar Negeri menyampaikan kepada negara-negara sahabat, untuk tidak mengeluarkan travel warning. Menurutnya hal itu penting karena kalau sudah mengeluarkan travel warning, maka hal itu akan menjadi besar dan dikhawatirkan bias.

Terkait pembatalan yang dialami agen-agen perjalanan, khususnya di Surabaya atau Jawa Timur, ia mengatakan belum menerima laporan mengenai hal tersebut. Asnawi mengatakan biasanya lebih banyak yang meminta untuk diatur ulang ketimbang dibatalkan. Untuk itu ia meminta kerja sama semua pihak, khususnya maskapai, hotel, dan restoran untuk memudahkan segala urusan terkait pariwisata jika terjadi kejadian seperti ini.

“Setiap ada kejadian seperti ini yang paling direpotkan adalah travel biro travel. Kami berharap bisa bekerja sama dengan baik, tiket pesawat tidak hangus, hotel tidak hangus dan sebagainya,” ujarnya.

Asnawi memperkirakan perlu waktu sekitar tiga bulan untuk proses memulihkan kondisi industri pariwisata seperti sedia kala.

“Kami berharap bisa lebih cepat, dan kami juga meminta semua pihak jangan turut menyebar ketakutan lewat sosial media,” tuturnya. [cnn indonesia]

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Close