Tekno

Menang Lelang Frekuensi, Telkomsel Dorong Kinerja Induk

BTN iklan

Jakarta/Lei- emenangan operator seluler Telkomsel dalam lelang pita frekuensi 2,3 GHz selebar 30 MHz yang digelar Kominfo, dinilai berdampak positif bagi kinerja dan layanan induk usaha PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TelkomGroup) di masa datang.

“Modal tambahan frekuensi itu akan menjadi angin segar bagi TelkomGroup. Telkomsel anak usaha Telkom merupakan penopang utama pendapatan korporasi,” kata Analis dari Binaartha Sekuritas Reza Priyambada di Jakarta, Rabu.

Reza memprediksi, tambahan frekuensi yang didapat akan membuat Telkomsel bisa meningkatkan layanan sehingga nantinya berimbas pada kinerja induk usaha ke depan.

“Kalau dilihat ke kinerja saham TelkomGroup dalam jangka pendek ini masih tergantung sentimen di pasar. Rasanya isu ini (menang lelang) bisa menjadi katalis positif. Soalnya semua sedang nunggu kinerja kuartal III dari TelkomGroup,” ujarnya.

Sekjen Pusat Studi Kebijakan Industri dan Regulasi Telekomunikasi Indonesia-ITB (PIKERTI-ITB) M Ridwan Effendi mengakui tambahan frekuensi baru di 2,3 GHz akan membuat rasio spektrum terhadap jumlah pelanggan membesar bagi Telkomsel.

“Ini artinya Telkomsel punya keleluasaan di sisi infrastruktur untuk melayani pelanggan dengan optimal,” katanya.

Dijelaskan Ridwan, secara teknis ada tiga cara untuk meningkatkan kapasitas layanan operator seluler. Pertama, menambah BTS. Kedua, menambah spektrum frekuensi. Ketiga, mengganti teknologi ke yang lebih efisien.

“Telkomsel sudah maksimal di langkah pertama dan ketiga. BTS sudah rapat, teknologi 4G versi terakhir release 13. Langkah pertama dan ketiga itu menambah belanja modal. Kalau langkah kedua (tambahan frekuensi) itu hanya menambah beban operasional,” ujarnya.

Menurut data PIKERTI-ITB, Telkomsel memiliki lebar frekuensi 7,5 Mhz masing-masing di 850 Mhz dan 900 MHz, 22,5 MHz di 1.800 Mhz dan 10 Mhz di frekuensi 2,1 Ghz. Total kepemilikan frekuensi 52,5 Mhz tersebut untuk melayani sekitar 178 juta pengguna.

Pada semester I-2017 TelkomGroup mencatat pendapatan mencapai Rp64,02 triliun. Sumbangan dari layanan Data, Internet & IT Services sebesar Rp27,12 triliun, sedangkan pendapatan Cellular Voice & SMS sebesar Rp26,02 triliun.

Sementara itu, kajian yang dikeluarkan Deutsche Bank Markets Research pada 16 Oktober 2017 menyatakan Telkomsel memang membutuhkan tambahan frekuensi agar lebih efisien di kisaran 11 persen-28 persen. Tambahan spektrum akan meminimkan belanja modal dalam jangka pendek. Hal ini menjadikan saham Telkom masih layak dikoleksi untuk jangka panjang.

Sebelumnya, Kementrian Komunikasi dan Informatika mengumumkan Telkomsel sebagai pemenang tender tambahan frekuensi sebesar 30 MHz di 2,3 GHz karena menawar dengan harga tertinggi dibanding empat peserta lainnya.

Anak usaha Telkom itu menawar 30 MHz frekuensi 2,3 GHz senilai Rp1,007,483 triliun. Telkomsel berhasil menyisihkan, Hutchison 3 Indonesia, Indosat, XL Axiata, dan PT Smart Telecom.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami