Sengketa Merek

Menang Proenza Schouler Siap Buka Gerai di Indonesia

BTN iklan

Jakarta, LEI – Kemenangan Proenza Schouler LLC dalam sengketa merek di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat membuka jalan bagi jenama asal Amerika Serikat itu untuk berbisnis di Indonesia.

Proenza Schouler adalah perusahaan mode dan aksesoris asal New York yang kesulitan masuk ke pasar Indonesia lantaran ada merek milik pengusaha lokal Lie Giok Lan yang bernama sama.

Merek Lie dengan nama Proenza Schouler itu terdaftar di Direktorat Merek Ditjen Kekayaan Intelektual dengan nomor IDM00041058.

Akan tetapi, kemarin, majelis hakim Pengadilan Niaga Jakarta Pusat membatalkan sertifikat milik Lie tersebut lantaran terbukti mendaftarkan merek Proenza Schouler dengan iktikad tidak baik.

Sejalan dengan putusan ini, perusahaan segera melebarkan sayap bisnisnya ke Indonesia. Indonesia akan menjadi negara tujuan ekspansi ke-29.

Kuasa hukum Proenza Schouler LLC Ali Algaiti mengatakan klienya berkomitmen membuka gerai di pusat perbelanjaan Jakarta setelah putusan inkrah.

“Putusan memenangkan kubu kami. Apabila tidak ada pihak yang mengajukan keberatan, klien kami siap buka gerai awal tahun depan,” kata Ali, Senin (20/11).

Ali mengapreasiasi putusan majelis hakim yanh diketuai oleh Tafsir Sembiring. Menurutnya seluruh pertimbangan telah sesuai dengan hukum.

Selama persidangan, pihak tergugat yakni Lie Giok Lan tidak pernah hadir hingga putusan. Dia berharap tergugat tidak melakukan langkah hukum lanjutan (kasasi) sehingga putusan berkekuatan hukum tetap.

Penggugat merupakan produsen pakaian dan aksesoris wanita asal New York yang didirikan pada 29 Mei 2002. Produk-produk yang dihasilkan merupakan desain dari ‎Jack McCollough and Lazaro Hernandez. Harga produk tas Proenza berkisar US$800 hingga US$5.000.

Sementara itu, tergugat merupakan pengusaha Indonesia. Selain memproduksi merek Proenza Schouler, Lie Giok Lan juga memproduksi perhiasan marek Gianmaria Buccelati.

Merek Gianmaria Buccelati pun juga diperkarakan oleh perusahaan asal Italia Buccelati Holding Italia S.p.A di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat.

Dalam perkara ini, Lie Giok Lan harus menelan kekalahan karena terbukti mendompleng ketenaran merek milik pihak lain.

Sementara itu, dalam putusannya, Ketua Majelis Hakim Tafsir Sembiring mengatakan merek milik penggugat dan tergugat sama-sama terdaftar di kelas barang 25. Kelas tersebut melindungi pakaian, dasi, sepatu, sandal, sol sepatu.

Majelis menimbang terdapat persamaan secara keseluruhan antara merek penggugat dan tergugat. Menurut majelis, merek penggugat asal New York telah didaftarkan lebih dahulu sejak 2003.

Merek penggugat juga sudah didaftarkan di Direktorat Kekayaan Intelektual negara lain seperti Kanada, Australia, Jepang, Korea dan Taiwan.

Atas bukti tersebut, majelis beranggapan bahwa merek Proenza Schouler adalah merek terkenal. Pasalnya, penggugat telah membenamkan investasi besar untuk mempromosikan produknya.

Akan tetapi, majelis tidak dapat memutuskan apakah merek tergugat adalah merek pertama di dunia. “Mengadili mengabulkan gugatan penggugat untuk sebagian,” ujar Tafsir membacakan amar putusan.

Majelis menyatakan merek tergugat mempunyai kesamaan secara keseluruhan dengan merek penggugat. Merek tergugat terbukti didaftakan dengan itikadi tidak baik, yakni meniru dan mendompleng ketenaran merek penggugat.

Oleh karena itu, majelis hakim menyatakan batal merek Proenza Schouler milik Lie Giok Lan. Majelis memerintahkan kepada Direktorat Merek, Kementerian Hukum dan HAM untuk mematuhi putusan dan melaksanakan pembatalan merek tergugat dari daftar umum merek.

Perkara ini bermula ketika penggugat merasa keberatan dengan terdaftarnya merek Proenza Schouler milik tergugat yang terdaftar sejak 20 Maret 2014.

Kuasa hukum Proenza Schouler Ali Algaiti mengatakan merek tergugat mempunyai unsur kata yang sama tanpa daya pembeda.

Padahal, susunan kata pada merek tersebut merupakan ciri khas utama produk milik penggugat.

Persamaan antara kedua merek tersebut terlihat jelas dari penulisan, pengucapan, tampilan, maupun jenis barang yang dilindungi.

Ali mengklaim merek penggugat telah terdaftar di 28 negara. Kliennya juga menyertakan klaim promosi dan investasi dalam berbagai kegiatan melalui situs resminya.

Perlihatkan Lebih

One Comment

  1. Greate post. Keep writing such kind of information on your blog.
    Im really impressed by it.
    Hi there, You have done an excellent job. I’ll definitely digg it and in my view recommend to
    my friends. I am confident they will be benefited from this
    website.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Close