Hukum

Menanti kejelasan XL dan Indosat

BTN iklan

JAKARTA/Lei  — Komisi Pengawas Persaingan Usaha segera memanggil PT Indosat Ooredoo Tbk. dan PT XL Axiata Tbk., menyusul laporan Forum Masyarakat Peduli Telekomunikasi Indonesia.

Laporan LSM tersebut terkait dengan pembentukan perusahaan patungan (joint venture) PT One Indonesia Synergy oleh dua perusahaan operator seluler tersebut.

Ketua KPPU Syarkawi Rauf mengatakan pihaknya membutuhkan waktu untuk mendalami dugaan perilaku kartel yang dilakukan oleh pelaku usaha. KPPU perlu menyelami mengenai tujuan pembentukan perusahaan patungan, pola kerja sama hingga tujuan pelaporan.

“Tujuan kami memanggil Indosat dan XL adalah untuk meminta keterangan langsung terkait dengan strategi usaha patungan mereka,” katanya kepada Bisnis, Senin (10/10).

Pembentukan usaha patungan One Indonesia Synergy dikhawatirkan menjadi ajang praktik persaingan tidak sehat di industri telekomunikasi.

Praktik kartel dalam hal ini dapat berupa koordinasi dalam tukar-menukar informasi strategis oleh perusahaan yang bersangkutan, menetapkan harga yang sama atau price fixing dan berpotensi mengatur persebaran wilayah pemasaran antara keduanya.

“Apabila pembentukan usaha patungan mengarah pada salah satu praktik tersebut, itu jelas melanggar UU No. 5/1999 dan harus ditindak,” ujarnya.

KPPU akan memonitor apakah PT One Indonesia Synergy telah beroperasi atau belum dan produk apa saja yang akan dihasilkan. Pihaknya terus memantau dan akan melakukan koordinasi dan diskusi dengan Menteri Telekomunikasi dan Informatika.

Menanggapi hal itu, pihak XL Axiata mengaku siap dengan panggilan KPPU. Vice President Corporate Communication XL Axiata Turina Farouk mengatakan pihaknya akan menunggu panggilan KPPU yang kedua.

Surat panggilan pertama telah diterima dari otoritas pengawas persaingan usaha pada pekan lalu, tetapi XL meminta pengunduran waktu.

Dia menolak laporan yang menyebutkan One Indonesia Synergy diduga melakukan praktik kartel. Menurutnya, perusahaan yang dibentuk Mei lalu ini belum beroperasi dan berjalan sebagaimana mestinya.

Adapun tujuan pembentukan usaha patungan ini untuk meningkatkan jaringan. “Kami tunggu momen bertemu dengan KPPU,” katanya.

Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) Merza Fachys menyatakan tidak melihat ada praktik kartel dari usaha patungan yang dibentuk Indosat dan XL.

“Terlalu dini untuk menduga suatu usaha melakukan kartel bagi usaha yang masih sangat dini dibentuk,” katanya.

Merza mengatakan pelapor sebaiknya membaca dulu perihal isi dan tujuan dibentuknya usaha patungan pada akta pendirian. Pasalnya, dia mengaku sudah banyak usaha patungan yang dibentuk di industri telekomunikasi yang hingga sekarang bermain aman sesuai koridor.

Meski begitu, asosiasi menyerahkan segala penyelidikan kepada lembaga yang berwenang. “Kalau KPPU mencium ada gelagat indikasi kartel, ya, silakan saja, kami serahkan ke mereka. Namun kami tidak melihat indikasi itu.”

Sebelumnya, lembaga swadaya Forum Masyarakat Peduli Telekomunikasi Indonesia melaporkan aksi usaha patungan Indosat dan XL berpotensi kartel. Keduanya dikhawatirkan melakukan kesepakatan bersama-sama dalam penentuan tarif dan pembagian wilayah operasional.(bisnis.com)

Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

5 × 1 =

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami