Liputan

Mendagri Dapat Gelar “Pun Ngisu Bawang” dari Kepala Adat Dayak Lundayeh Krayan

BTN iklan

NUNUKAN, (LEI) – Menggunakan pesawat Twin Otter DHC6-300 dengan kapasitas 16 seat milik maskapai Hevilift, sekitar pukul 09.30 Wita, tadi pagi (14/8/2017), Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Irianto Lambrie mendampingi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo bersama rombongan berkunjung ke Krayan, Kabupaten Nunukan.

Setelah menempuh penerbangan sekitar 45 menit, rombongan tiba di Bandara Yuvai Semaring, Desa Long Bawan.

Gubernur Irianto Lambrie bersama Mendagri disambut secara meriah oleh para kepala adat dan masyarakat melalui upacara adat, sebelum melanjutkan perjalanan menuju lokasi acara utama di Lapangan desa setempat.

Gubernur Kalimantan Utara Irianto Lambrie mendampingi Mendagri dalam kunjungan di daerah Krayan 
Gubernur Kalimantan Utara Irianto Lambrie mendampingi Mendagri dalam kunjungan di daerah Krayan

Dalam upacara tersebut,  Mendagri mendapatkan gelar adat Pun Ngisu Bawang, yang berarti pemimpin yang membawa perubahan. Pemberian gelar dilakukan melalui prosesi adat yang dipimpin para kepala adat besar Dayak Lundayeh Krayan.

Di sela-sela upacara juga dilakukan deklarasi pembentukan DOB Krayan, yang dilanjutkan dengan pembukaan rangkain HUT RI di Krayan.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Irianto Lambrie sempat menyampaikan beberapa hal.

Pertama, bahwa dirinya telah memenuhi janji, kepada para kepala adat yang meminta undangan Bapak Mendagri ke Krayan, dan Alhamdulillah beliau bersedia.

“Saya juga sampaikan capaian-capaian program pembangunan dan yang sedang dilakukan selama ini. Utamanya di perbatasan. Seperti pembangunan jalan tembus dari Malinau hingga Binuang (Krayan Selatan). Rencana sudah sejak 2014, namun karena terkendala anggaran sempat terhenti, “ujar Irianto Lambrie.

Insya Allah, tambah Gubernur, tahun  2018 dimulai lagi, dan pihaknya  menargetkan tahun 2019 sudah bisa tembus.

“Apalagi, tahun 2018 Pemerintah pusat mengalokasikan anggaran yang besar untuk pembangunan wilayah perbatasan di Kaltara, yaitu Rp 3,1 triliun lebih, ” ujarnya lagi.

Hal lainnya, mengenai rumah sakit pratama di beberapa daerah perbatasan. Terutama yang di Long Bawan, Krayan, pemerintah mengalokasikan Rp 15 miliar pada 2018 mendatang, untuk pengadaan alkes (alat kesehatan) dan meubelair.

“Dan masih ada beberapa hal lainnya. Termasuk mengenai DOB Krayan dan beberapa wilayah lainnya di Kaltara yang juga mengusulkan menjadi DOB, saya berulang kali sudah sampaikan, sangat mendukung,” katanya.

Bahkan dalam setiap kesempatan, termasuk di depan Bapak Presiden Jokowi selalu dia sampaikan hal itu.  sampaikan.

Selain mengikuti upacara, bersama Mendagri, Gubernur Irianto Lambrie  juga meninjau titik perbatasan antara RI dengan Malaysia. Yaitu di desa Long Midang. Mereka juga sempat mengunjungi para anggota TNI bersama Tentara Malaysia yang berjaga di pos perbatasan.

Sebelum kembali ke Tarakan, mereka  sempat melihat proses pembuatan garam gunung di Desa Long Midang, Krayan Induk.

Diungkapkannya, selain potensi garam, Krayan juga memiliki potensi Padi Adan yang kualitasnya sangat bagus. Bahkan di Malaysia dan Brunei ini sangat mahal. Disebut beras Raja.

“Saya sudah meminta kepada OPD terkait untuk mengelola dan membina petani, hingga ke pemasarannya. Jangan sampai nanti diambil Malaysia. Apalagi Beras Adan dari Krayan sudah memiliki Hak Paten, setelah pada 2014 lalu kita fasilitasi pengurusannya,” tambah Irianto Lambrie.

Begitu juga dengan garam gunung, dan Kerbau Krayan, Gubernur juga  minta Dinas terkait untuk berinovasi dan kreatif membantu masyarakat mengembangkan usahanya.

Setelah itu, rombongan Gubernur dan Mendagri  kembali ke Tarakan, dan dilanjutkan dengan pemberian pengarahan oleh Mendagri kepada para kepala daerah, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh adat dan lain-lainnya di Tarakan Plaza, sebelum kembali ke Jakarta malam ini. [otonominews]

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami