LiputanNasional

Mendagri: Keberadaan Inspektorat Antara Ada dan Tiada

BTN iklan

BENGKULU, (LEI) – Mendagri Tjahjo Kumolo mengungkapkan rasa khawatirnya terhadap keberadaan Aparat Pengawasan Internal Pemerintah (APIP) atau yang selama ini dikenal dengan sebutan inspektorat.

Mantan Sekjen DPP PDI Perjuangan ini khawatir, keberadaan APIP lama kelamaan dianggap tidak ada, karena tak mampu mengawasi aparatur dalam menjalankan tata kelola pemerintahan yang baik.

“Lama-lama inspektorat itu antara ada dan tiada. Sama seperti keberadaan Bappeda beberapa waktu lalu. Rapat terus, namun yang menentukan malah lembaga lain,” ujar Tjahjo di Jakarta, Rabu (2/1)

Menghadapi kondisi yang ada, Tjahjo menegaskan pihaknya terus menerus merancang agar APIP dapat berperan maksimal, paling tidak untuk menekan angka korupsi di daerah.

Caranya, melakukan sejumlah terobosan seperti merumuskan hasil pengawasan, pada rapat ‘Pemutakhiran Data Tindaklanjut Hasil Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah Secara Nasional 2018, di Bengkulu, Selasa (9/10/2018) lalu.

Dalam acara tersebut Tjahjo menegaskan pentingnya pembenahan terhadap tatakelola pemerintah di daerah. Hadir sejumlah inspektorat daerah dari seluruh Indonesia.

Tjahjo juga menegaskan pihaknya telah merancang peraturan pemerintah untuk meningkatkan status APIP. Inspektorat tingkat kabupaten/kota diusulkan tidak lagi berada di bawah sekretaris daerah (sekda) kabupaten/kota, tapi di bawah gubernur. Sementara inspektorat di tingkat provinsi diusulkan berada di bawah mendagri.

“Permasalahan korupsi di daerah merupakan fenomena gunung es yang tidak dapat diselesaikan secara parsial dan reaktif. Dengan penguatan APIP diharapkan dapat menekan korupsi di daerah,” ucapnya.

Tjahjo berharap, APIP ke depan mampu menjaga integritas dan profesionalitas dan mendorong perangkat daerah membangun sistem pengendalian yang andal, bahkan mampu memberikan pengarahan kepada perangkat daerah lainnya.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

20 − two =

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami