Traveling

Mengapa Makanan di Pesawat Terasa Berbeda?

BTN iklan

(LEI) – Beberapa maskapai penerbangan memang memiliki regulasi yang cukup ketat ketika sudah berbicara soal makanan. Namun tahukah Anda, dibalik kekurangannya, industri makanan ini telah beroperasi sejak 100 tahun yang lalu. Berikut beberapa fakta unik lainnya, dilansir dari The Daily Meal, Selasa (24/10/2017).

Bisnis ini sudah berusia hampir 100 tahun

Pada 11 Oktober 1919, Handley-Page menyajikan makanan dalam penerbangan pertama mereka dari London ke Paris. Para penumpang dapat membeli makan siang berupa sandwich dengan makanan penutup berupa buah-buahan.

Potongan buah setiap maskapai berbeda

Setiap maskapai memiliki regulasi tersendiri dalam menyediakan bahan makanan mereka. Oleh karena itu, banyak maskapai yang memilih untuk mengolah makanan mereka sendiri, sehingga bentuk potongan makanan atau buah-buahannya yang disajikan cenderung berbeda. Hal ini dilakukan agar buah atau makanan dapat dimasukkan ke dalam mangkuk saji.

Makanan akan dibuang ketika penerbangan delay

Selain sisa makanan, maskapai penerbangan biasanya akan membuang stok makanan baru yang hendak disajikan, namun tertahan karena penerbangan mengalami penundaan (delay). Hal ini terpaksa dilakukan untuk memastikan keamanan dan kualitas makanan tersebut.

Rasa makanan berbeda

Seperti yang sempat diungkapkan oleh Anthony Bourdain, Anda mungkin akan membenci makanan yang disajikan saat penerbangan berlangsung. Menurut penelitian, rasa makanan dan minuman memang sangat berbeda ketika disajikan di ketinggian 30.000 kaki, karena kelembapan dan tekanan udara yang rendah. Selain itu,kemampuan inderasa perasa Anda akan menurun drastis ketika berada di ketinggian. Indera pengecap rasa manis akan turun hingga 15 – 20%, sementara rasa asin akan turun sebanyak 20 – 30%.

Anggur menjadi minuman favorit

Di saat rasa makanan terasa berbeda, sebagian orang mengalihkan pilihannya untuk memesan segelas wine untuk menemani penerbangan mereka. Seperti diketahui, wine memiliki tingkat keasaman yang lebih tinggi sehingga rasanya tidak terlalu berbeda meski dinikmati di atas ketinggian 30.000 kaki.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami