Kesehatan

Mengapa Nyamuk Lebih Suka dengan Orang yang Jarang Ganti Kaos Kaki?

BTN iklan

SEMARANG, (LEI/Kompas) – Gigitan nyamuk sering membuat kita tidak nyaman. Bahkan kita bisa menggaruknya seharian, gigitan nyamuk tak jarang bisa menyebabkan demam dan membawa kematian.

Ternyata nyamuk tak sembarang memilih korbannya.

Melansir kompas sebuah studi yang dilakukan oleh University of Florida dan dipimpin oleh Dr Phil Koehler menjelaskan ada 5 tipe orang yang sering dijadikan objek gigitan nyamuk.

1. Orang yang mudah berkeringat

Keringat membuat produksi karbondioksida dan asam lactik meningkat sehingga menciptakan aroma tubuh yang menarik perhatian nyamuk.

Dr Koehler menjelaskan bahwa nyamuk menyukai aroma pekat karena tingkat karbondioksida yang tinggi.

2. Orang yang jarang ganti kaus kaki

Siapa sangka kaos kaki yang jarang diganti bisa menciptakan bau tak sedap yang disukai oleh nyamuk. Seorang peneliti bernama Bart Knols menguji teori ini dan menyatakannya sangat tepat.

Dia sengaja mengenakan kaus kaki yang sama dalam seminggu dan yang terjadi adalah sekumpulan nyamukterbang di mana pun kaus kaki tersebut diletakkan.

3. Orang yang hobi minum alkohol

Sebuah studi di Jurnal of the American Mosquito Control Association menjelaskan kalau suhu tubuh peminum alkohol lebih tinggi ketimbang orang rata-rata.

Ternyata suhu ini membuat nyamuk-nyamuk tersebut lebih peka dan mudah mengidentifikasinya.

4. Orang berkadar asam urat tinggi

Asam urat yang tinggi menebarkan aroma pekat pada penciuman nyamuk. Hal ini memudahkannya untuk mengikuti bau tersebut untuk digigit.

5. Orang bergolongan darah O

Kurang beruntung, orang dengan golongan darah O memiliki bau tubuh yang lebih menarik perhatian nyamuk. Tubuh orang dengan golongan darah O dikenal nyamuk dengan baik karena lebih pekat dan menyengat.

 

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami