KesehatanLifestyle

Mengenal Instalasi Gawat Darurat (IGD)

BTN iklan

(LEI) – Menurut WHO tahun 1996, angka kematian di negara berkembang terbanyak disebabkan oleh pneumonia (radang paru), diare, dengue (demam berdarah), malaria, dan campak yang disertai sepsis bakteri. Untuk menekan angka kesakitan dan kematian ini diperlukan suatu sistem pelayanan terpadu (penyuluhan, pencegahan, pengobatan, pemulihan) sejak di pusat pelayanan kesehatan primer di Puskesmas sampai di instalasi emergensi/IGD, unit rawat intermediet ( High Care Unit /HCU) dan unit rawat intensif anak (Pediatric Intensive Care Unit/PICU) di rumah sakit. Pentingnya perawatan terpadu di IGD merupakan salah satu kunci keberhasilan merawat pasien pada tingkat lanjutan. Hal ini menjadi kompleks karena IGD bekerja secara tim yang terdiri dari berbagai multidisplin ilmu dan keterbatasan sumber daya manusia, sarana dan prasarananya.

1. Apa itu IGD?

Instalasi Emergensi/Instalasi Gawat Darurat (IGD) adalah salah satu bagian di dalam sebuah rumah sakit yang menyediakan penanganan awal bagi pasien yang menderita sakit dan cedera, yang dapat mengancam kelangsungan hidupnya. Di IGD terdapat dokter dari berbagai spesialisasi bersama sejumlah perawat dan dokter jaga. Instalasi Gawat Darurat berfungsi memberikan pelayanan medis yang sifatnya gawat dan darurat selama 24 jam sehari, 7 hari seminggu. Pasien dengan penyakit akut yang masuk ke IGD dapat dikategorikan menjadi kasus gawat dan darurat, gawat tapi tidak darurat, darurat tapi tidak gawat, tidak gawat dan tidak darurat. Gawat adalah keadaan yang berkenaan dengan suatu penyakit atau kondisi lainnya yang mengancam jiwa, sedangkan darurat adalah keadaan yang terjadi tiba-tiba dan tidak diperkirakan sebelumnya, suatu kecelakaan, kebutuhan yang segera atau mendesak.

Berbeda dengan Instalasi Rawat Jalan yang memberikan pelayanan pasien yang tidak gawat dan tidak darurat, pasien di  IGD biasanya pasien dengan kasus yang akut dan terjadi secara tiba-tiba tanpa mengenal waktu dan memerlukan pertolongan yang cepat dan tepat. Pasien rawat jalan yang karena kondisi medisnya tiba-tiba mengalami perburukan juga harus segera dimasukkan ke IGD.

Karena sifat operasional IGD yang harus cepat, tepat dan tidak dibatasi oleh waktu, maka kinerja IGD yang ideal sangat bergantung kepada sumber daya manusia, tata cara kerja yang baik, fasiltas pemeriksaan penunjang untuk mendukung proses diagnostik, dukungan obat dan bahan medis habis pakai yang memadai, alur keluar masuk pasien yang jelas, kamar operasi yang siap pakai serta dukungan transportasi ambulans yang berfokus pada keselematan pasien.

Organisasi IGD  bersifat multidisiplin, multiprofesi dan terintegrasi dengan struktur organisasi fungsional yang terdiri dari unsur pimpinan dan unsur pelaksana yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan pelayanan terhadap pasien gawat darurat di IGD dengan wewenang penuh yang dipimpin oleh seorang Dokter Penanggung Jawab Pelayanan.

Sumber Daya Manusia (SDM) di IGD

Idealnya SDM di IGD terstruktur sebagai berikut (sesuai level IGD dan kelas rumah sakit):

  1. Jaga on call dokter subspesialis
  2. Jaga on site dokter Spesialis Bedah, Penyakit Dalam, Anestesi, Kebidanan dan Kandungan serta dokter Spesialis Ilmu Kesehatan Anak
  3. Jaga on call dokter spesialis selain dokter spesialis seperti tersebut pada point no 2
  4. Dokter umum dengan sertifikasi Pelatihan Kegawat Daruratan
  5. Perawat Kepala S1 atau D3 dengan sertifftasi Pelatihan Kegawat Daruratan
  6. Perawat dengan sertifikasi Pelatihan Perawatan Emergensi
  7. Tenaga non medis; satuan pengamanan dan petugas kebersihan

Klasifikasi IGD

Klasifikasi Pelayanan Instalasi Gawat Darurat terdiri dari :

  • Pelayanan Instalasi Gawat Darurat Level I sebagai standar minimal untuk Rumah Sakit Kelas D.
  • Pelayanan Instalasi Gawat Darurat Level II sebagai standar minimal untuk Rumah Sakit Kelas C.
  • Pelayanan Instalasi Gawat Darurat Level III sebagai standar minimal untuk Rumah Sakit Kelas B.
  • Pelayanan Instalasi Gawat Darurat Level IV sebagai standar minimal untuk Rumah Sakit Kelas A.

Jenis Pelayanan

Idealnya IGD harus mampu memberikan pelayanan sebagai berikut (sesuai kelas rumah sakitnya):

  1. Melakukan diagnosis dan penanganan permasalahan pada saluran napas, pernapasan dan sirkulasi (Airway, Breathing, Circulation) dengan peralatan lengkap, termasuk alat bantu napas/ventilator.
  2. Melakukan penilaian kecacatan (disability) penggunaan obat, rekam jantung, dan alat kejut jantung.
  3. Melakukan observasi dan stabilisasi di ruang setara HCU dan ruang resusitasi.
  4. Melakukan operasi/ tindakan emergensi.
  5. Transportasi ambulans.

Pelayanan di IGD bergantung kepadai klasifikasi IGD, contohnya :

  • Level 1

Memberikan pelayanandiagnosis dan tata laksana A : Jalan napas (airway problem), B : Pernapasan (Breathing problem) dan C : Sirkulasi (Circulation problem)/aliran darah. Melakukan stabilisasi dan evakuasi.

  • Level 2

Memberikan pelayanan seperti Level 1 ditambah dengandiagnosis dan tata laksanarenjatan (shock) kardiogenik, hipovolemik/hemoragik septik dan obstruktif. Memberikan pelayanan gawat darurat pediatri dasar

  • Level 3

Memberikan pelayanan seperti Level 2 di tambah dengandiagnosis dan tata laksana gawat darurat spesialistis bidang pediatri

  • Level 4

Memberikan pelayanan gawat darurat seperti pada level 3 ditambah dengandiagnosis dan tata laksana gawat darurat subspesialistik bidang pediatrik

Apa yg dikerjakan dokter di IGD?

Pasien yang masuk ke IGD rumah sakit tentunya butuh pertolongan yang cepat dan tepat untuk itu perlu adanya standar dalam memberikan pelayanan gawat darurat sesuai dengan kompetensi dan kemampuannya sehingga dapat menjamin suatu penanganan gawat darurat dengan waktu tanggap  (response time) yang cepat dan penanganan tepat.

Salah satu kompetensi dokter IGD adalah melalukan triase serta melakukan tindakan resusitasi sesuai kondisi pasien. Resusitasi yang merupakan kompetensi wajib seorang dokter IGD adalah memberikan bantuan hidup dasar.  Bantuan hidup dasar adalah usaha yang dilakukan untuk menjaga jalan napas (airway) tetap terbuka, menunjang pernapasan dan sirkulasi  tanpa menggunakan alat-alat bantu. Selain itu standar pelayanan operasional (SOP) IGD di rumah sakit telah diatur oleh Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 856/Menkes/SK/IX/.

2. Apa itu resusitasi?

Resusitasi merupakan upaya yang dilakukan terhadap penderita atau korban yang berada dalam keadaan gawat atau kritis untuk mencegah terjadinya kematian. Resusitasi dapat berupa resusitasi jantung paru, otak, resusitasi cairan dsb.

Untuk mencapai keberhasilan resusitasi diperlukan kerjasama yang baik dalam satu tim, mengingat banyaknya langkah yang harus dilaksanakan dalam tindakan tersebut. Keberhasilan resusitasi tidak semata–mata dipengaruhi keterampilan dalam tindakan resusitasi, namun juga dipengaruhi oleh kelancaran komunikasi dan dinamika kelompok.

Ikatan Dokter Anak Indonesia

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

77 Comments

  1. I’m impressed, I have to admit. Genuinely rarely should i encounter a weblog that’s both educative and entertaining, and let me tell you, you may have hit the nail about the head. Your idea is outstanding; the problem is an element that insufficient persons are speaking intelligently about. I am delighted we came across this during my look for something with this.

  2. Effect Of Propecia On Sex Drive Canada Pharmacy [url=http://rxasian.com]buy viagra[/url] How Long Is Amoxicillin Good For Zithromax For Cats Baclofene Hypertension

  3. Secure Ordering Real Bentyl Price Best Website Purchase Celebrex No Prescription Farmacia Viagra Online [url=http://tadalaf20mg.com]generic 5mg cialis best price[/url] Durata Effetto Levitra Direct Provera Secure Keflex Antibioltic

  4. You actually make it seem so easy with your presentation but I find this matter to be actually something
    that I think I would never understand. It seems too complicated and extremely broad for me.
    I’m looking forward for your next post, I’ll try to get the hang of it!

  5. This is very attention-grabbing, You are a very skilled blogger.I’ve joined your rss feed and stay up for looking for more of your excellentpost. Additionally, I’ve shared your site in my social networks

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami