KesehatanLifestyle

Mengenal Pediatric Intensive Care Unit (PICU)

BTN iklan

(LEI) – Bagi orangtua memiliki anak yang sedang sakit, sudah pasti menimbulkan kesedihan dan kekhawatiran. Apalagi, setelah dokter memutuskan untuk memasukkan anak ke ruang perawatan intensive khusus anak atau PICU.

PICU merupakan fasilitas atau unit terpisah didalam sebuah rumah sakit yang diperuntukkan bagi penanganan pasien anak yang mengalami gangguan kesehatan karena penyakit, kecelakaan/ trauma, atau gangguan kesehatan lain yang mengancam nyawa yang memerlukan perawatan intensif, observasi yang bersifat komprehensif, dan perawatan khusus.

PICU diperuntukkan bagi pasien anak dengan usia di atas 28 hari sampai dengan 18 tahun. Jika ada anak usia nol sampai 28 hari yang membutuhkan perawatan intensif, akan dirawat di ruang rawat intensif bayi baru lahir (Neonatal Intensive Care Unit/NICU).

Pengertian Unit Rawat Intensif Anak atau Pediatric Intensive Care Unit (PICU) dijelaskan di dalam buku panduan Pelayanan Emergensi, Rawat Intermediet dan Rawat Intensif Anak sebagai fasilitas atau unit yang terpisah, yang dirancang untuk penanganan pasien anak yang mengalami gangguan medis, bedah dan trauma, atau kondisi yang mengancam nyawa lainnya, sehingga memerlukan perawatan intensif, observasi yang bersifat komprehensif dan perawatan khusus.

Klasifikasi PICU

Pelayanan  PICU terdiri dari tiga strata pelayanan yaitu primer, sekunder dan tersier.

1. Pelayanan PICU primer (standar minimal)

Pelayanan PICU primer mampu memberikan pengelolaan resusitatif segera untuk pasien gawat, tunjangan kardio-respirasi jangka pendek, dan mempunyai peranan penting dalam pemantauan dan pencegahan penyulit pada pasien medik dan bedah yang berisiko. Dalam PICU dilakukan ventilasi mekanik (invasif atau non-invasif) dan pemantauan kardiovaskuler sederhana selama beberapa jam.

2. Pelayanan PICU sekunder

Pelayanan PICU sekunder memberikan standar PICU yang lebih tinggi, mendukung peran rumah sakit lain yang telah ditentukan, misalnya pneumonia, diare, dengue, malaria, measles, sepsis bakterial yang berat, kasus bedah, pengelolaan trauma, dan lain lain. PICU sekunder hendaknya mampu memberikan tunjangan ventilasi mekanis lebih lama melakukan dukungan/bantuan hidup lain tetapi tidak terlalu kompleks.

3. Pelayanan PICU tersier (tertinggi)

Pelayanan PICU tersier merupakan rujukan tertinggi untuk PICU, mampu menyediakan perawatan pediatrik definitif yang bersifat kompleks, progresif, berubah dengan cepat, baik bersifat medis, operasi, maupun gangguan traumatik, termasuk kelainan genetik/bawaan yang sering membutuhkan pendekatan multidisiplin. Memberikan pelayanan yang tertinggi termasuk dukungan/bantuan hidup multi-sistem yang kompleks dalam jangka waktu yang tak terbatas. PICU ini melakukan ventilasi mekanis, pelayanan dukungan/ bantuan terapi sulih ginjal dan pemantauan jantung-paru kardiovaskular) invasif dalam jangka panjang dan mempunyai dukungan pelayanan medis komprehensif. Semua pasien yang masuk ke dalam unit harus dikelola oleh dokter konsultan rawat intensif, konsultan  Emergensi dan Rawat Intensif Anak (ERIA) .

Kriteria rawat ruang PICU

Pasien sakit kritis harus dirawat di ruang PICU yang sesuai dengan kebutuhannya.

1. Kriteria untuk dirawat di PICU strata primer

Semua pasien anak dengan gangguan fisiologis yang membutuhkan pemantauan ketat tanda vital dan sistem organ (setidaknya setiap kurang dari 4 jam) dengan prediksi akan terjadi perbaikan. Bila dalam pemantauan diperkirakan membutuhkan perawatan intensif di strata yang lebih tinggi maka harus segera dirujuk ke PICU dengan strata yang lebih tinggi.

2. Kriteria untuk dirawat di PICU strata sekunder dan tersier

PICU strata sekunder dan tersier ditujukan untuk pasien dengan kondisi yang mengancam nyawa dan membutuhkan peralatan lebih lengkap dibandingkan dengan PICU strata primer.

Siapa saja yang perlu mendapatkan perawatan di ruang PICU ?

Pasien anak yang dirawat di ruang PICU akan mendapatkan penanganan dan perawatan dari dokter spesialis anak konsultan yang siap setiap saat, dokter jaga yang mampu melakukan resusitasi jantung paru, dan perawat kompeten. Kriteria pasien anak yang masuk PICU berdasarkan prioritas:

  1. Prioritas pertama adalah anak yang menderita sakit kritis yang dengan terapi intensif dapat sembuh sempurna dan tumbuh serta berkembang sesuai potensi genetiknya.
  2. Prioritas kedua adalah anak yang menderita sakit kritis dengan penyakit dasar yang secara medis belum dapat ditanggulangi, namun dengan terapi intensif dapat mengatasi keadaan kritis sepenuhnya hingga anak kembali pada keadaan sebelum dirawat di PICU.
  3. Prioritas Ketiga adalah anak yang menderita sakit kritis dengan penyakit dasar yang menyebabkan anak tidak bisa kontak dengan lingkungannya secara permanen dan mengalami gangguan tumbuh kembang.
  4. Prioritas Terakhir adalah anak yang menderita sakit kritis dengan prognosis buruk sehingga dengan terapi intensif pun tidak tertolong

Tidak semua rumah sakit memiliki PICU

Rumah sakit sebagai salah satu penyedia layanan kesehatan yang mempunyai fungsi rujukan harus dapat memberikan pelayanan PICU yang profesional dan berkualitas dengan mengedepankan keselamatan pasien. Pada unit rawat intesif anak(PICU), perawatan untuk pasien dilaksanakan dengan melibatkan berbagai tenaga profesional yang terdiri dari multidisiplin ilmu yang bekerja dalam tim. Pengembangan multidispilin yang kuat sangat penting dalam meningkatkan keselamatan pasien. Selain itu dukungan sarana, prasarana serta peralatan juga tidak kalah penting dalam menyokong keberhasilan pengobatan pasien. Tingginya kebutuhan akan hal tersebut menyebabkan rumah sakit memerlukan waktu dan tenaga khusus untuk menyediakan PICU. Sebagian besar PICU baru dimiliki oleh Rumah Sakit tipe A dan berada di kota besar. Hal ini merupakan salah satu kendala dalam perawatan pasien PICU di Indonesia.

Ikatan Dokter Anak Indonesia

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami