EntertainmentLifestyle

Mengenang Dua Dekade Kepergian Frank Sinatra

BTN iklan

Jakarta (LEI) – Bagi penggemar musik jazz, sosok Francis Albert Sinatra atau Frank Sinatra merupakan sosok yang legendaris. Tak terasa, Sinatra telah meninggalkan penggemarnya hampir dua dekade. Ia meninggalkan dunia dengan ratusan karya emas yang membuat sosoknya terus dikenang.

Dilansir dari kantor berita AFP, Sabtu (12/5), pria kelahiran Hoboken, New Jearsey, Amerika Serikat pada 12 Desember 1915 ini memiliki karier yang sangat panjang.

Sinatra mendapatkan kontrak rekaman pertamanya pada 1939. Selang tiga tahun, karirnya kian gemilang. Pada 1946, Sinatra merilis album studio pertamanya “The Voice of Frank Sinatra”.

Sepanjang kariernya ia telah memproduksi lebih dari 100 rekaman dan mencetak tembang-tembang hits seperti “My Way, “Stranger in the Night,” dan “I’ve Got You Under My Skin”.

Ketika karir bernyanyinya mulai meredup, Sinatra melirik dunia seni peran di Hollywood dengan membintangi film perang dunia ke-II “From Here to Eternity” yang membuatnya meraih Piala Oscar pada 1954 sebagai Pemeran Pendukung Pria Terbaik.

Pada 1962, masa di mana dunia tergila-gila dengan pesona Elvis Presley, Sinatra sempat membuat kericuhan di stadium Olympia Paris saat para penggemarnya terburu-buru masuk untuk menyaksikan penampilannya di panggung.

“Pada pukul 11.30 malam (waktu setempat), penyelenggara acara masih berusaha untuk menahan para penggemar yang datang terlambat dan siap untuk membayar 5.000 franc lawas (setara 70 euro saat ini) untuk berdiri menyaksikan akhir pertunjukkannya,” ujar laporan AFP.

Kehidupan Percintaan Sinatra

Sinatra dikenal sebagai sosok yang karismatik di mata wanita. Tak ayal, beberapa wanita pernah singgah di kehidupannya.

Istri pertama Sinatra adalah Nancy Barbato yang dinikahi selama 10 tahun (1939-1949). Dengan Barbato, Sinatra memiliki tiga anak, Nancy, Frank Jr, dan Tina.

Pada 1951, Sinatra menyunting aktris Hollywood Ava Garder. Namun, pernikahan keduanya berakhir pada 1957.

Pada 1966, Sinatra menikah dengan aktris Mia Farrow yang hanya bertahan selama dua tahun. Kedekatan keduanya sempat menjadi perhatian saat Sinatra mengajak Farrow kembali ke New York dengan berlayar menggunakan kapal mewah. Kala itu, usia Sinatra lebih tua 30 tahun dari Farrow.

“Kedatangan Sinatra dan wanita penggodanya yang cantik (Farrow) mengisi halaman depan berbagai media lokal bersama headlines yang memberitakan soal pesawat tempur AS yang ditembak oleh peluru kendali Soviet di Hanoi,” tulis AFP.

Istri terakhir Sinatra adalah model Barbara Marx yang dinikahi pada 1976 hingga akhir hayat.

Bayangan Mafia

Sosok Sinatra kerap dikaitkan dengan kelompok mafia. Namun, Sinatra terus membantahnya, termasuk di pengadilan.

Pada 1963, Sinatra sempat tak diizinkan berjudi di kasino AS karena dituding terkait dengan tokoh mafia Chicago Salvatore “Momo” Giancana.

Pada 1981, dewan pengawas kasino mendengarkan permohonannya untuk mendapatkan izin bermain baru. Dia harus menjelaskan tudingan yang menyatakan ia membantu mengirimkan dua juta dolar AS dalam tas dokumen ke bos mafia Lucky Luciano di Havana pada 1945.

“Jika Anda dapat menemukan tas dokumen yang dapat menyimpan US$2 juta, saya akan berikan Anda US$2 juta,” ujar Sinatra kala itu.

Akhirnya, Sinatra mendapatkan kembali izin berjudi di kasino berkat dukungan dari mantan presiden AS Ronald Reagan.

Sosok Temperamental

Meskipun kerap membawakan lagu-lagu romantis, Sinatra juga dikenal sebagai sosok yang temperamental.

Pada 1960, seorang petugas keamanan menyatakan ia telah dipukul oleh Sinatra karena mengusir Sinatra dari sebuah acara.

“Sinatra, yang tengah bernyanyi dalam sebuah acara amal, berselisih dengan aktor John Wayne dan diantar keluar dengan suasana hati yang sangat buruk,” tulis laporan AFP.

Empat tahun kemudian, para fotografer Perancis merilis pernyataan jengkel karena menghadapi Sinatra.

“Paris bukan Chicago dan kami tidak ingin Sinatra bertingkah sebagai pria kuat dan mafia karismatik dengan menyasar para jurnalis,” ujar para fotografer Perancis.

Akhir Hayat Sinatra

Sinatra wafat pada 14 Mei 1998 di Los Angeles pada usia 82 tahun akibat serangan jantung.

Gedung Empire State Building memberikan penghormatan terakhir dengan menyalakan lampu berwarna biru sebagai simbol salah satu albumnya “Ol’ Blue Eyes is Back”.

Sutradara kawakan Martin Scorsese menyatakan rasa dukanya yang mendalam dari Festival Film Cannes di Perancis.

“Kata-kata tidak bisa menggambarkan kesedihan saya,” ujar Scorsese.

Upacara pemakaman Sinatra dilakukan di Gereja Katholik Beverly Hills yang dihadiri oleh ratusan tamu termasuk Nancy Reagan, Kirk Douglas dan Bruce Springsteen.

Lagu “Put Your Dreams Away” menjadi satu-satunya lagu yang diputar dalam upacara pemakamannya di gereja. Lagu tersebut kerap dibawakan Sinatra sebagai lagu penutup dalam konsernya.¬†[cnn indonesia]

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Close