Politik

Menimbang Kekuatan politik Jelang Putaran Kedua Pilkada

BTN iklan

Jakarta/Lei – Kontestasi Pemilihan Kepala Daerah Jakarta berlanjut ke putaran kedua yang diperkirakan akan semakin ketat dan diwarnai perubahan dukungan dari partai-partai politik pendukung pasangan calon pada putaran pertama.

Berdasarkan hasil hitung cepat atau “quick count” yang dilakukan sejumlah lembaga survei dan media massa menyimpulkan bahwa dua pasangan calon melaju ke putaran kedua.

Pasangan nomor urut 2 Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dan Djarot Saiful Hidayat (Ahok-Djarot) diprediksi memperoleh dukungan suara sekitar 42-43 persen, sedangkan pasangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno (Anies-Sandi) diperkirakan memperoleh suara 39-40 persen.

Sementara pasangan nomor urut 1 Agus Harimurti Yudhoyono dan Silviana Murni (Agus-Silvi) hanya memperoleh dukungan suara sekitar 16-17 persen.

Hasil hitung cepat ini memang bukan merupakan hasil hitungan resmi, namun dengan tingkat akurasi yang tinggi, hasil hitung cepat ini diperkirakan akan relatif sama dengan hasil hitungan manual yang dilakukan KPU DKI Jakarta yang menjadi hitungan resmi.

Agus Harimurti Yudhoyono juga telah mengucapkan selamat kepada kedua pasangan yang melaju ke putaran kedua, baik melalui telepon seluler maupun media sosial.

Agus Yudhoyono pada konferensi pers di Wisma Proklamasi, Jakarta, Rabu (15/2) malam, menyatakan secara ksatria dan lapang dada, dirinya menerima kekalahan.

Putra Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono ini mengatakan, dalam suatu kompetisi tentu ada yang menang dan ada yang kalah, ada suka dan duka, dan hal ini adalah realitas kehidupan.

Agus juga mengucapkan selamat kepada pasangan calon Ahok-Djarot dan Anies-Sandi yang melaju ke putaran kedua, sekaligus turut mendoakan siapa pun pasangan yang terpilih menjadi gubernur DKI Jakarta dapat menjalankan tugas-tugasnya serta dapat memimpin secara adil dan bijaksana.

Agus juga mengucapkan terima kasih kepada koalisi partai politik yang mengusungnya serta kepada warga DKI Jakarta yang telah memberikan suara untuk memilihnya.

Setelah hasil hitung cepat dari sejumlah lembaga survei maupun badan litbang media massa diumumkan ke publik, para elite partai politik juga menyikapinya melalui pandangannya, baik terhadap hasil putaran pertama maupun menghadapi putaran kedua.

Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengucapkan terima kasih kepada warga DKI Jakarta yang telah memilih pasangan Ahok-Djarot pada Pilkada Jakarta 2017 sehingga bisa melaju ke putaran kedua.

Megawati yang didampingi oleh Ahok dan Djarot, pada konferensi pers di kediamannya di Kebagusan, Jakarta, Rabu (15/2) malam, juga meminta kepada para pendukung pasangan Ahok-Djarot untuk tetap solid memberikan dukungan pada putaran kedua.

“Warga Jakarta yang saat ini telah memilih pasangan Ahok-Djarot, jangan patah semangat karena PDI Perjuangan maupun partai politik lainnya pengusung Ahok-Djarot akan selalu bekerja keras untuk rakyat,” katanya.

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, pada konferensi pers di kantor DPP Partai Gerindra, di Ragunan, Jakarta, Rabu (15/2) malam, menilai putaran kedua Pilkada Jakarta merupakan simbol pertarungan dua kekuatan, yakni kekuatan yang ingin memperjuangkan keadilan serta simbol yang mengutamakan kekuatan finansial.

Prabowo yang pada saat itu didampingi pasangan Anies-Sandi juga mengucapkan terima kasih kepada tim pemenangan maupun para saksi dan relawan yang telah bekerja keras “Pasangan Anies-Sandi termasuk pasangan dengan sedikit biaya kampanye alias paket hemat, tapi diharapkan oleh warga DKI Jakarta,” katanya.

Peta Dukungan Politik Bagaimana peta dukungan partai politik dan sikap elite partai politik menghadapi putaran kedua pilkada DKI Jakarta? Partai pengusung pasangan Ahok-Djarot dan pasangan Anies-Sandi tentu akan tetap solid mengusung pasangan calonnya.

Bagaimana dengan pasangan Agus-Silvi yang diusung oleh Partai Demokat (PD), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Peta dukungan partai politik ini menjadi menarik karena ketiga partai pengusung Agus-Silvi itu jauh sebelumnya menyatakan dukungannya kepada pemerintah dan diakomodasi oleh pemerintah dengan menjadikan kadernya sebagai menteri dalam Kabinet Kerja.

Kader PPP Lukman Hakim Syaifuddin menduduki posisi sebagai Menteri Agama. Kader PKB di Kabinet Kerja ada Hanif Dakhiri menjadi Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Imam Nakhrawi (Menteri Pemuda dan Olahraga), dan M Nasir (Menteri Riset dan Pendidikan Tinggi).

Kemudian, kader PAN di kabinet adalah Asman Abnur yang menduduki jabatan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB).

Ketua DPP PPP Syafullah Tamliha mengatakan bahwa partai sampai saat ini masih belum menentukan sikap karena menghadapi dilema untuk menentukan dukungan pada putaran kedua pilkada DKI Jakarta.

Menurut Syaifulah, PPP di satu sisi sebagai partai pendukung pemerintahan Jokowi-Kalla tentunya mempertimbangkan berkoalisi dengan partai-partai pengusung pasangan Ahok-Djarot, yakni PDIP, Partai Nasdem, Partai Hanura, dan Partai Golkar.

Di sisi lain, anggota Komisi I DPR RI ini mengakui PPP menghadapi pilihan sulit karena dapat terancam kehilangan dukungan dari kader dan simpatisan.

“PPP sedang mempertimbangkan untuk memilih koalisi strategis mendukung Ahok-Djarot atau koalisi ideologis mendukung Anies-Sandi. PPP harus berhati-hati menentukan sikapnya,” kata Syaifullah di Gedung MPR/DPR/DPD, Jakarta, Kamis (16/2).

Ketua Fraksi PKB DPR RI, Lukman Edy juga menyatakan, PKB belum menentukan sikapnya pada putaran kedua Pilkada Jakarta dan masih terus melakukan pertimbangan-pertimbangan.

Diakuinya, PKB masih mempertimbangkan sejumlah faktor sebelum mengambil keputusan, salah satunya adalah pertimbangan bahwa pasangan Ahok-Djarot didukung oleh PDIP yakni partai pengusung utama pemerintah.

Di sisi lain, PKB juga mempertimbangkan faktor kekompakan dengan partai pengusung Agus-Silvi yakni PD, PAN, dan PPP.

“PKB akan melakukan istkharah sebelum memutuskan sikapnya,” kata Wakil Ketua Komisi II DPR RI ini.

Lukman mengakui adanya permintaan dukungan dari tim pemenangan Ahok-Djarot dan tim pemenangan Anies-Sandi, dan konstituen PKB pun terbelah pada dua pasangan tersebut.

Bagaimana dengan PAN yang kadernya juga berada di Kabinet Kerja? Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan menegaskan, sampai saat ini PAN belum menentukan sikapnya dan belum membahas arah dukungan ke pasangan mana.

Zulkifli berdalih PAN ingin bertemu dulu dengan partai-partai mengusung pasangan Agus-Silvi untuk menetukan sikap dan komitmen ke depan.

“PAN yang memiliki kursi minim di DPRD DKI masih menunggu sikap partai pengusung Agus-Silvi yang memiliki kursi lebih banyak,” kata Zulkifli Hasan, Kamis (16/2).

Bagaimana dengan Partai Demokrat yang merupakan partai utama, pengusung pasangan Agus-Sandi? Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, EE Mangindaan, mengatakan, Partai Demokrat sampai saat ini belum memutuskan akan mendukung pasangan mana di antara dua pasangan yang maju ke putaran kedua Pilkada Jakarta.

Menurut Mangindaan, menghadapi putaran kedua dirinya berpandangan bahwa masing-masing pribadi kader dan pemilih dibebaskan untuk memilih pasangan mana yang dinilai lebih pas.

Wakil Ketua MPR ini menilai, kedua pasangan yang maju ke putaran kedua pilkada sama-sama baik untuk memimpin Jakarta.

“Dua-duanya pas. Mana yang lebih pas, akan dinilai oleh DPP Partai Demokrat,” kata Mangindaan di Gedung MPR/DPR/DPD di Jakarta, Jumat (17/2).

Dewan Pembina Partai Demokrat sampai saat ini belum memberikan arahan kepada DPP Partai Demokrat untuk mendukung pasangan yang mana di antara kedua pasangan yang maju ke putaran kedua.

“Kita tungu saja sikap partai-partai politik pengusung pasangan Agus-Silvi yang lebih transparan dan tegas,” ujarnya.

Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami