HEADLINESRegulasi

Meniru Jepang BPTJ Akan Atur Pejalan Kaki Tanah Abang

BTN iklan

Jakarta, LEI – Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek akan berkaca pada Kyoto, Jepang dalam membenahi akses pejalan kaki di Tanah Abang yang semakin dibutuhkan karena pergerkannya semakin besar.

Kepala BPTJ Bambang Prihantono dalam diskusi yang bertajuk “Penataan Lalu Lintas Tanah Abang” di Jakarta, Kamis mengatakan salah satu yang menjadi bahan kajian adalah proyek pelebaran trotoar di Shio Street, Kyoto.

“Di Kyoto ini permasalahan hampir sama di mana pergerakan orang, pejalan kaki lebih banyak daripada pergerakan kendaraan,” katanya.

Bambang memaparkan kondisi Shinzo Street sebelum perbaikan, yaitu penggunaan jalan sekitar 2.200 orang pengguna kendaraan dengan lebar 15 meter, sementara penggunaan trotoar, yaitu 7.000 orang berjalan kaki pada trotoar dengan lebar tujuh meter.

“Rasio antara penggunaan ruas jalan dan trotoar yang tidak seimbang,” katanya.

Lebih lanjut, dia menuturkan setelah perbaikan, maka kondisi trotoar dibandingkan 2014, yaitu jumlah pejalan kaki pada November 2015 meningkat 6,4 persen dan jumlah pejalan kaki pada Desember 2015 meningkat 12,5 persen.

Adapun, kondisi ruas jalan dibandingkan dengan 2006, yaitu pengurangan volume lalu lintas di Shinzo Street dan ruas jalan mayor sekitarnya sekitar sembilan sampai 41 persen dan pengurangan volume lalu lintas di Shjo Street dan ruas jalan minor sekitarnya sekitar 10-45 persen.

“Jadi untuk pejalan kaki ditata ulang, lebih besar untuk pejalan kaki. Tidak hanya itu, lalu lintas bergerak sangat cepat sekali. Kalau kita mengatur dengan baik, maka 60 persen kemacetan akan terurai,” katanya.

Bambang mengatakan sudah saatnya lalu lintas Tanah Abang ditata karena pertemuan antara penumpang kereta rel listrik, penumpang angkutan umum seperti mikrolet dan sebagainya.

Dari hasil pengamatan jam sibuk, pukul 06.45-07.00, yaitu terdapat 2.289 penumpang dan per jam 7.846 penumpang.

“Pergerakannya sangat signifikan,dan yang paling banyak penumpang itu mengarah ke Roxy dan Thamrin. Ini harus segera ditata,” katanya.Budi Suyanto

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Close