EkonomiHEADLINESHukumNasional

Menjaga Periuk Orang Papua

BTN iklan

Papua – LEI, Sebuah pohon merbau menjulang tinggi di hutan yang ditempuh sekitar 15 menit berjalan dari Kampung Sira di Sorong Selatan. Kanopi pohon eksotis dan bernilai ekonomis itu memayungi berbagai tumbuhan semak. Pohon itu juga jadi tempat bermain burung eksotis, seperti kakatua, nuri, dan cenderawasih.

Bagi Papua, kayu endemis itu umumnya dimanfaatkan warga sekitar hutan. Kayu itu juga jadi incaran para pebisnis kayu, baik legal maupun ilegal, yang setiap saat mengincar hutan-hutan di “Bumi Cenderawasih”.

Hal itu pun terjadi di Kampung Sira, Kecamatan Saifi, di sekitar hutan ulayat. Semula hutan sebagai area berburu dan memanfaatkan rotan, bambu, serta sagu itu berstatus hutan produksi yang bisa dikonversi.

Sepetak pohon sagu itu sebagian kecil dari populasi sagu tersebar di lanskap Knasaimos. Pemetaan ekologi menunjukkan, 50-60 persen hutan setempat berupa populasi sagu atau warga setempat menyebutnya “dusun sagu”.

Sagu dan merbau inilah dua tumbuhan yang jadi alasan kuat warga Kampung Sira selama 10 tahun didampingi Greenpeace serta kini Belantara Papua, bersiasat menolak kehadiran perkebunan sawit yang mengelilingi lanskap Knasaimos. Sebagai hutan produksi yang bisa dikonversi, lanskap Knasaimos bisa mudah dilepaskan dan dibuka bagi kebun ataupun tujuan lain.

“Kalau pohon-pohon ini ditebang, kami yang hidup dari hutan ini mau makan apa, mau bangun rumah pakai apa? Merbau habis, sagu juga habis,” kata Yoel Smere, tetua masyarakat yang menjabat kepala kampung Sira pada 2003-2016.

Berulang kali perusahaan-perusahaan sekitar area itu mendekati warga agar melepas hutan ulayat mereka. Namun, warga di Kampung Sira belajar dari nasib kampung-kampung lain yang telanjur melepas hutannya bagi sawit.

Operasi Hutan Lestari II secara masif di Papua pada 2005 jadi amunisi kuat bagi warga untuk mempertahankan tutupan hutan. Operasi itu digelar pemerintah dengan mengerahkan aparat kepolisian untuk menghentikan penebangan ilegal.

Sumber: Kompas

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

5 Comments

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami