HEADLINESNasional

Menkes Terawan Tunjuk Budiman Gunawan Sebagai Ketua KOMNAS Saintifikasi Jamu

BTN iklan

JAKARTA, LEI – Menteri Kesehatan Republik Indonesia Terawan Agus Putranto menunjuk Dr. (C) Drs. Budiman Gunawan, Apt., MARS sebagai Ketua Komisi Nasional Saintifikasi Jamu.

Hal ini tertuang dalam Keputusan Menteri Kesehatan RI, Nomor HK.01.07/Menkes/9848/2020 tentang Komisi Nasional Saintifikasi Jamu- yang ditandatangani pada 30 November 2020.

Budiman Gunawan sebelumnya pernah menjabat sebagai Dirbinmatkes PUSKESAD-Pusat Kesehatan Angkatan Darat, dan Kepala Lembaga Farmasi Direktorat Kesehatan Angkatan Darat (LAFI Ditkesad). Budiman Gunawan adalah alumni Fakultas Farmasi UGM Angkatan 1981.

Menurut Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Nomor: 003/Menkes/Per/I/2010, Tujuan Pengaturan Saintifikasi Jamu adalah:

  • Memberikan landasan ilmiah (evidence based) penggunaan jamu secara empiris melalui penelitian berbasis pelayanan kesehatan.
  • Mendorong terbentuknya jejaring dokter atau dokter gigi dan tenaga kesehatan lainnya sebagai peneliti dalam rangka upaya preventif, promotif, rehabilitatif dan paliatif melalui penggunaan jamu.
  • Meningkatkan kegiatan penelitian kualitatif terhadap pasien dengan penggunaan jamu.
  • Meningkatkan penyediaan jamu yang aman, memiliki khasiat nyata yang teruji secara ilmiah, dan dimanfaatkan secara luas baik untuk pengobatan sendiri maupun dalam fasilitas pelayanan kesehatan.

Komisi Nasional Saintifikasi Jamu mengemban tugas:

  1. Membina pelaksanaan saintifikasi jamu.
  2. Meningkatkan pelaksanaan penegakan etik penelitian jamu.
  3. Menyusun pedoman nasional berkaitan dengan pelaksanaan saintifikasi jamu.
  4. Mengusulkan kepada Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan bahan jamu, khususnya segi budidaya, formulasi, distribusi dan mutu serta keamanan yang layak digunakan untuk penelitian.
  5. Melakukan koordinasi dengan peneliti, lembaga penelitian dan universitas serta organisasi profesi dalam dan luar negeri, pemerintah maupun swasta di bidang produksi jamu.
  6. Membentuk jejaring dan membantu peneliti dokter atau dokter gigi dan tenaga kesehatan lainnya yang melakukan praktik jamu dalam seluruh aspek kepenelitiannya.
  7. Membentuk forum antar tenaga kesehatan dalam saintifikasi jamu.
  8. Memberikan pertimbangan atas proses dan hasil penelitian yang aspek etik, hukum dan metodologinya perlu ditinjau secara khusus kepada pihak yang memerlukannya.
  9. Melakukan pendidikan berkelanjutan meliputi pembentukan dewan dosen, penentuan dan pelaksanaan silabus dan kurikulum, serta sertifikasi kompetensi.
  10. Mengevaluasi secara terpisah ataupun bersamaan hasil penelitianpelayanan termasuk perpindahan metode/upaya antara kuratif dan non kuratif hasil penelitian-pelayanan praktik/Klinik Jamu.
  11. Mengusulkan kelayakan hasil penelitian menjadi program sinergi, integrasi dan rujukan pelayanan jamu kepada Menteri melalui Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.
  12. Membina Komisi Daerah Santifikasi Jamu di propinsi atau kabupaten/kota.
  13. Memberikan rekomendasi perbaikan dan keberlanjutan program Saintifikasi Jamu kepada Menteri.
  14. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan Menteri.
Sumber: jamudigital.com

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami