Ekonomi

Menkop: Koperasi Jangan Hanya Berharap pada Bantuan Pemerintah

BTN iklan

Mamuju, LEI – Menteri Koperasi (Menkop) dan UKM Puspayoga menegaskan koperasi tidak bisa lagi hanya berharap pada bantuan pemerintah, karena saat ini harus mampu menjadi koperasi mandiri. Pemerintah daerah juga diminta tidak mendorong masyarakat membentuk koperasi jika tidak mampu mandiri.

“Saya mohon pemerintah daerah tidak mendorong masyarakat membuat koperasi kalau tidak bisa mandiri. Sekarang tidak ada lagi bantuan dari pemerintah, yang ada fasilitas pelatihan untuk meningkatkan kualitas koperasi,” kata Puspayoga saat memberikan sambutan dalam Pelatihan Peningkatan Kapasitas SDM Koperasi dan UMKM, Kamis (21/12) di Mamuju Tengah, Sulawesi Barat.

Puspayoga dalam siaran pers menyampaikan hal tersebut yang merupakan bagian dari arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar melakukan revitalisasi total koperasi. Dengan demikian, koperasi dapat berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Koperasi ke depan tidak lagi perlu banyak, tapi kualitas yang utama. Sampai saat ini, sudah sekitar 50.000 koperasi yang dibubarkan karena tidak aktif lagi.

Puspayoga mengatakan, pemerintah bekerja keras mengejar pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Namun pertumbuhan yang hendak dicapai adalah yang merata dan tidak hanya dinikmati segelintir orang. Karena itu, peran koperasi dan UMKM sebagai usaha ekonomi rakyat yang akan mewujudkan pemerataan kesejahteraan.

“Selama ini 40% kekayaan di Indonesia hanya dikuasai oleh 5 ribu pengusaha. Ke depan tidak bisa lagi penguasaan kekayaan hanya pada segelintir orang. Pertumbuhan tinggi harus diikuti dengan pemerataan kesejahteraan,” tandasnya.

Puspayoga mengatakan, Kemenkop dan UKM melaksanakan program-program strategis yang mendorong dan mempercepat tumbuhnya kualitas dan UKM. Pelatihan ini merupakan bentuk sosialisasi kewirausahaan kepada 150 orang peserta dan pelatihan vocational kepada 30 peserta dari Mamuju Tengah.

Menkop dan UKM juga menyerahkan program strategis Kemenkop dan UKM, yakni penyerahan KUR, penyerahan sertifikat hak cipta kepada dua orang pemahat yakni I Wayan Mudita dan I Ketut Sandiarta.

Selain itu, Puspayoga juga meresmikan empat pasar rakyat, yakni Pasar Orobua di Kabupaten Mamasa, Pasar Rangas Majene di Kabupaten Majene, Pasar Desa Tammarunang di Kabupaten Mamuju Utara, dan Pasar Kebunsare di Kabupaten Polewali Mandar serta meresmikan Pusat Layanan UsahaTerpadu (PLUT).

Sebelumnya, Menteri Koperasi dan UKM juga berkesempatan melakukan simakrama dengan masyarakat Bali yang ada di Mamuju Tengah. Acara Pelatihan Peningkatan Kapasitas SDM Koperasi dan UMKM itu dihadiri Bintang Puspayoga, Bupati Mamuju Tengah Aras Tammauni, Wakil Bupati Mamuju Tengah Amin Jasa, dan Ketua DPRD Mamuju Tengah Arsal Aras.

Wakil Bupati Mamuju Tengah, Amin Jasa, mengapresiasi bantuan Kemenkop dan UKM kepada Mamuju Tengah. Pihaknya sangat mendukung pertumbuhan koperasi dan UKM untuk mengurangi kemiskinan dan pengangguran.

Amin mengakui kelemahan UKM di Mamuju Tengah adalah rendahnya ketrampilan dan manajemen. Diharapkan pelatihan ini akan meningkatkan kapasitas SDM di daerahnya.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Close