Nasional

Menkum HAM: Jangan Harap Ada Sistem Calo CPNS

BTN iklan

Jakarta, LEI – Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkum HAM) Yasonna Hamonangan Laoly bepesan kepada peserta seleksi Calon Penegeri Sipil Negeri (CPNS), jangan berharap ada sistem calo dalam tes CPNS Kemenkum HAM.

“Ini prestasi anda, kemampuan anda, itu yang menentukan anda lulus atau tidak. Sangatlah transparan proses penyeleksian penerimaan CPNS saat ini. Karena zamannya sekarang sudah berbeda melalui pemanfaatan teknologi informasi kita buat se-transparan mungkin,” kata Yasonna dalam keterangan tertulis yang diterima, Kamis (19/10/2017).

Yasonna menyampaikan keterangan tersebut ketika meninjau proses pelaksanaan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kemenkum HAM 2017 melalui sistem e-wawancara, di aula lantai 4 Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenkum HAM DKI Jakarta, Rabu (18/10), bersama bersama Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Asman Abnur.

“Sistem wawancara ini telah berbasis teknologi Informasi dengan standar nilai terukur dan hasil yang diumumkan pada hari yang sama. Itu merupakan langkah kami dalam mewujudkan pelaksanaan seleksi CPNS Kemenkum HAM yang akuntabel, transparan, dan bebas KKN (Kolusi, Korupsi, dan Nepotisme),” katanya.

Yasonna menambahkan, seleksi CPNS Kemenkum HAM 2017 sudah memasuki tahap Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) melalui sistem wawancara, untuk formasi dokter dan sarjana. Sekaligus salah satu tahap lanjutan dalam berbagai tes yang harus dilewati oleh para pelamar CPNS.

Adapun SKB adalah kemampuan dan karakteristik dalam diri seseorang yang berupa pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang diperlukan untuk melaksanakan suatu tugas atau jabatan tertentu. Materi wawancara pada seleksi kompetensi bidang ini tidak sama, karena disesuaikan dengan karakteristik jabatan yang dibutuhkan.

“Sistem e-wawancara merupakan inovasi yang terus digelorakan oleh Kementerian Hukum dan HAM, sebagai bentuk implementasi untuk e-gov PASTI nyata,” katanya.

Menurut Yasonna, para penguji dari Pusat dan Daerah yang dipantau Menkum HAM dan Menpan-RB terlihat sudah piawai dalam menggunakan aplikasi e-wawancara. Sedangkan setiap peserta diberikan waktu selama lima belas menit dalam SKB melalui wawancara ini.

Penguji juga menyampaikan pertanyaan yang disesuaikan dengan karakteristik jabatan yang dibutuhkan untuk melaksanakan suatu tugas atau jabatan tertentu di CPNS Kemenkumham 2017.

“Dalam sistem wawancara ini komputer yang memerintahkan pertanyaan kemudian penguji tinggal mem-follow up kepada peserta, setelah nilai dimasukkan oleh penguji ke dalam aplikasi maka tidak bisa dirubah lagi,” katanya.

Menpan-RB Asman Abnur menambahkan, pelaksanaan proses SKB CPNS Kemenkum HAM 2017 melalui sistem e-wawancara sudah dipastikan tidak mungkin lagi ada permainan atau calo. Sebab proses pelaksanaan seleksi penerimaan CPNS Kemenkum HAM menggunakan sistem e-wawancara berlangsung sangat transparan.

Tak ayal, sistem e-wawancara akan direplikasikan kepada 61 Kementerian/Lembaga yang akan melaksanakan penerimaan CPNS tahun ini. Selain proses penerimaan dilakukan secara transparan dan orang-orang pilihanlah yang akan diterima menjadi PNS di 61 Kementerian/Lembaga. Dan yang menjadi PNS adalah bukan orang-orang titipan.

“Orang-orang pilihan yang sesuai dengan kemampuan tesnya masuk menjadi PNS di di 61 Kementerian/Lembaga. Jadi bukan kemampuan oleh backing-nya jika sudah seperti ini prosesnya. Maka kedepan kita bakal mempunyai aset sumber daya manusia Aparatur Sipil Negara yang pintar dan sesuai dengan kebutuhan formasinya,” ujarnya.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Close