Internasional

Menlu Belanda Berencana Kunjungi Indonesia

BTN iklan

NEW YORK (LEI) – Di sela-sela mengikuti debat terbuka di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB), Menteri Luar Negeri RI, Retno LP Marsudi, melakukan sejumlah pertemuan. Diplomat tertinggi RI itu bertemu dengan Menteri Luar Negeri (Menlu) Belanda, Stef Blok, di New York, Amerika Serikat (AS).

“Menlu Blok berencana mengunjungi Indonesia pada tahun ini. Indonesia menyampaikan apresiasi atas Presidensi Belanda pada DK PBB untuk Maret 2018 yang difokuskan untuk misi Perdamaian PBB,” cuit Menlu Retno lewat akun Twitter, @Menlu_RI, Rabu (28/3/2018).

Dalam pesan singkat kepada Okezone, juru bicara Kementerian Luar Negeri RI, Arrmanatha Nasir menuturkan, selain rencana kunjungan, kedua menteri juga membahas sejumlah isu, seperti peningkatan kerja sama bilateral, keamanan kawasan, dan misi perdamaian.

Usai pertemuan dengan Menlu Stef Blok, diplomat kelahiran Semarang itu bersua dengan Deputi Sekretaris Jenderal (Sekjen) untuk Misi Perdamaian PBB (PKO), Jean Pierre Lacroix. Pertemuan tersebut membahas sejumlah isu penting, yakni realisasi pengiriman pasukan PKO Indonesia, usulan terkait efisiensi dan efektivitas PKO khususnya keamanan dan keselamatan PKO serta memperbanyak PKO perempuan.

“Saya sampaikan kesediaan Indonesia untuk mengirimkan lebih banyak lagi pasukan perdamaian ke berbagai misi perdamaian PBB guna mencapai visi 4.000 pada 2019. Indonesia menawarkan pusat misi perdamaian di Sentul sebagai hub bagi pelatihan pasukan perdamaian PBB di kawasan,” cuit Menlu Retno.

Pertemuan terakhir dilakukan mantan duta besar RI untuk Belanda itu dengan perwakilan tetap beberapa negara di PBB, seperti Grenada, Togo, Burkina Faso, dan Gabon. Negara-negara tersebut masuk dalam kategori negara kepulauan kecil yang berkembang (small island developing state).

Dalam kesempatan tersebut, Menlu Retno menyampaikan keinginan Indonesia untuk meningkatkan hubungan bilateral dengan negara-negara kepulauan serta Afrika, meningkatkan hubungan ekonomi dan secara khusus mengundang untuk Indonesia-Africa Forum (IAF) pada 10-11 April di Bali.

Negara-negara tersebut menyampaikan apresiasi terhadap kontribusi Indonesia pada keamanan dan stabilitas di Afrika, khususnya misi perdamaian PBB di Benua Hitam. Pertemuan tersebut diakhiri dengan pembahasan kerjasama negara-negara kepulauan terkait isu perubahan iklim, dan manajemen bencana serta kelautan. (okezone)

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Close