Internasional

Menlu Inggris Sebut Sanggahan Rusia Semakin Tidak Masuk Akal

BTN iklan

BRUSSELS, (LEI) – Menteri Luar Negeri Inggris, Boris Johnson, menyebut sanggahan yang dilontarkan Rusia semakin tidak masuk akal. Mantan Wali Kota London itu menyatakan sanggahan itu adalah strategi klasik Rusia.

“Penyangkalan Rusia semakin tidak masuk akal,” kata Johnson kepada wartawan saat tiba untuk menghadiri pertemuan bulanan Menteri Luar Negeri Uni Eropa di Brussels, Belgia, melansir dari Reuters, Senin (19/3/2018).

Boris Johnson, yang dijadwalkan memberikan paparan singkat pada pertemuan itu juga mendapatkan dukungan baru dari kelompok tersebut, meskipun diplomat memperingatkan bahwa kemungkinan tidak ada sanksi ekonomi baru atas Rusia terkait serangan tersebut.

“Ini strategi klasik Rusia. Mereka tidak boleh membodohi orang lagi. Hampir tidak ada negara di sekitar sini di Brussel yang belum terpengaruh dalam beberapa tahun belakangan ini dengan perilaku Rusia yang merugikan atau mengganggu,” tambahnya.

Rusia membantah terlibat dalam percobaan pembunuhan Sergei Skripal dan putrinya, Yulia, dalam bentuk penggunaan pertama gas syaraf yang diketahui di Eropa sejak Perang Dunia Kedua.

Moskow mengumumkan pada Sabtu pengusiran 23 diplomat Inggris dalam sebuah respons langsung terhadap keputusan Inggris pekan lalu untuk mengusir 23 diplomat Rusia dari London.

Pada Minggu Johnson menuduh Rusia menimbun racun saraf era Soviet yang mematikan, yang disebut sebagai Novichok, yang digunakan untuk meracuni Skripal. Tuduhan itu dibantah oleh Moskow. Mereka ditemukan tak sadarkan diri di bangku di Kota Salisbury, Inggris, pada 4 Maret dan tetap dalam kondisi kritis di rumah sakit.

Setibanya di pertemuan Brussels pada Senin, menteri luar negeri baru Jerman, Heiko Maas, menyatakan dukungannya untuk Inggris.

Seluruh 28 menteri luar negeri Uni Eropa diperkirakan akan mengeluarkan pernyataan bersama mengenai serangan tersebut Senin malam.

Meskipun tidak ada kemungkinan sanksi lebih lanjut terhadap Rusia yang disepakati pada Senin, Perdana Menteri Inggris Theresa May akan memiliki kesempatan untuk mempresentasikan kasusnya mengenai tindakan semacam itu pada pertemuan puncak Uni Eropa pada Kamis, atau menyeru negara lain untuk mengusir pulang diplomat.

“Kami perlu memberi tekanan pada Rusia untuk mengambil bagian dalam penyelidikan nyata tentang serangan tersebut,” kata Menteri Luar Negeri Belgia Didier Reynders kepada wartawan.

Rusia pada Kamis 15 Maret membantah keberadaan program Novichok, gas syaraf tingkat-militer yang dikatakan Inggris dikembangkan oleh Rusia dan telah digunakan di tanah Inggris pada 4 Maret. Rusia mendesak Inggris agar memberikan bukti nyata dan kenyataan, yang melandasi tuduhannya. (okezone)

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami