Internasional

Menlu Korsel: Kami Lebih Paham Korut daripada Siapa pun

BTN iklan

ANCOUVER – Menteri Luar Negeri (Menlu) Korea Selatan, Kang Kyung-wha, memastikan negaranya akan terus melanjutkan perundingan tingkat tinggi dengan Korea Utara dengan pandangan yang jernih. Ia yakin, Negeri Ginseng harus memanfaatkan kesempatan saat ini dengan semaksimal mungkin.

“Kami harus memanfaatkan benar kesempatan ini. Saya pikir kami lebih paham Korea Utara daripada siapa pun karena telah berurusan dengan mereka selama puluhan tahun lewat serangkaian diskusi,” ujar Kang Kyung-wha di Vancouver, Kanada, melansir dari BBC, Kamis (18/1/2018).

Perempuan berkacamata itu mengakui bahwa Korea Selatan tidak merangkul Korea Utara dengan lebih baik dalam beberapa tahun terakhir. Akan tetapi, dua ronde perundingan yang telah berlangsung adalah sebuah kesempatan yang baik.

“Anda bisa menyebutkan semua teori mengapa kita di sini. Jelas ada perhitungan yang sedang dilakukan oleh sejumlah pengambil kebijakan di Korea Utara atas tindakan mereka sendiri. Pada akhirnya kita harus memanfaatkan itu sebaik-baiknya,” imbuh perempuan berusia 62 tahun itu.

Kang memastikan bahwa Korea Selatan dan sekutu-sekutunya berada pada pemahaman yang sama untuk jangka panjang, yakni denuklirisasi di Semenanjung Korea. Meski demikian, Seoul tetap ingin agar lebih banyak lagi bantuan kemanusiaan dikirim ke Korea Utara yang dihimpit berbagai macam sanksi.

Sebagaimana diberitakan, Korea Utara dan Korea Selatan menggelar perundingan tingkat tinggi di Desa Panmunjom pada 9 Januari dan 16 Januari. Meski kedua perundingan itu lebih kepada persiapan untuk Olimpiade Musim Dingin 2018, tidak sedikit pula yang memandang sebagai langkah positif untuk pembahasan yang lebih serius.

Akan tetapi, Menteri Luar Negeri Jepang, Taro Kono, mengingatkan agar negara-negara di dunia tidak terkecoh dengan sikap melunak Korea Utara. Ia mengimbau agar tekanan kepada Pyongyang tidak dikurangi dan mengatakan bahwa keinginan Korea Utara untuk terlibat dalam dialog bisa dilihat sebagai dampak dari himpitan sanksi.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Close