Internasional

Menlu Retno Serahkan Data Pemilih Potensial Luar Negeri ke KPU

BTN iklan

JAKARTA, Lei – Menteri Luar Negeri Retno Marsudi secara resmi menyerahkan Data Penduduk Potensial Pemilih Pemilu di Luar Negeri (DP4LN) kepada Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Arief Budiman. Acara serah terima itu dilakukan di kantor menlu di Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta.

“Data yang akurat dan kredibel mengenai warga negara Indonesia (WNI) yang tinggal di luar negeri merupakan data yang penting bagi pelaksanaan pemilu di luar negeri. Saya senang hari ini kita menandatangani memorandum data pemilih potensial di luar negeri,” kata Menlu Retno dalam sambutannya pada Rabu (14/2/2018).

Penyerahan data pemilih di luar negeri ini merupakan pelaksanaan dari Undang-undang no.7 tahun 2017 tentang pemilu.

Meski mengakui data yang diserahkan masih akan fluktuatif sampai setidaknya sebulan menjelang pelaksanaan pemilu pada 19 April 2019, Retno berharap kelengkapan data-data yang lebih baik dari lima tahun lalu dapat mendukung terjadinya pemilu yang lebih baik.

Mantan Duta Besar Indonesia untuk Belanda itu juga menyatakan kesiapan Kemlu RI untuk menyelenggarakan pemilu bagi WNI di luar negeri.

Ketua KPU, Arief Budiman, mengamini pernyataan Menlu Retno dan menegaskan kembali pentingnya pembaruan data pemilih menjadi lebih akurat. Arief juga memuji kecepatan kerja Kemlu RI yang menyelesaikan pendataan dalam waktu yang relatif cepat.

“Kami berterimakasih kepada Kemlu. Ini mendorong kami juga untu bekerja tidak pada akhir waktu. Selama ini kan semua diselesaikan di akhir waktu. Tetapi kemlu membuktikan bahwa dia tidak harus menyerahkan di akhir waktu sehingga memberikan kami waktu mengolah, mempelajari data itu untuk digunakan sebagai bahan pemilih sementara,” tambahnya.

Arief mengatakan, sistem yang dikembangkan kemlu memudahkan pendataan WNI di luar negeri, sekaligus memantau perpindahan WNI di luar negeri yang begitu cepat.

“Kami berharap sistem yang dibangun ini mampu mendukung kinerja kita sehingga catatan tentang WNI di luar negeri dan menggunakan hak pilih menjadi lebih baik,” ujarnya.

Dia menjelaskan, pada pemilu 2014, data pemilih di luar negeri yang tercatat sebanyak 2.700.000 sementara data yang diserahkan kemlu saat ini diperkirakan mencatat sebanyak 2.040.000. Perbedaan jumlah itu menurut Arief berasal dari data pemilih yang belum “bersih” yang sekarang berhasil ditata dan dicatat dengan lebih baik.

“Mudah-mudahan dengan dukungan seluruh pihak kita bersama-sama dapat melaksanakan pemilu di luar negeri dengan baik,” tutupnya.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami