Internasional

Menlu RI Tegaskan Proses Repatriasi Pengungsi Rohingya Harus Segera Terlihat dan Dirasakan

BTN iklan

NEW YORK (LEI) – Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi mengatakan bahwa proses repatriasi etnis Rohingya di Provinsi Rakhine harus dapat segera dilihat kemajuannya agar dapat meringankan beban para pengungsi. Agar proses itu berjalan dengan lancar, diperlukan kepercayaan dan kerja sama antara Bangladesh dan Myanmar .

“Kepercayaan ini krusial karena memungkinkan kedua belah pihak dapat saling membuat situasi yang lebih baik agar proses repatriasi dapat segera berjalan,”ujar Menlu RI pada pertemuan Kelompok Kerja Tingkat Menteri mengenai Myanmar disela-sela Sidang Majelis Umum PBB ke-73 di New York.

Menlu juga menegaskan agar perjanjian yang telah ditandatangani dan komite yang dibentuk harus ada tindak lanjut dan dapat diimplementasikan untuk memberikan kemajuan nyata kepada proses repartiasi.

Myanmar telah menandatangani Nota Kesepahaman dengan UNHCR dan UNDP pada 6 Juni 2018 dan telah membentuk berbagai komite untuk situasi di Provinsi Rakhine termasuk Central Committee for Implementation of Peace, Stability and Development of Rakhine State pada 016.

Dalam pertemuan ini, Menlu juga menyampaikan pentingnya Masyarakat Internasional untuk terus memberikan perhatian dan pengawasan terhadap jalannya proses repartiasi di Provinsi Rakhine. Masyarakat Internasional juga perlu untuk membantu secara komprehensif proses repartiasi ini.

Menlu RI juga kembali menekankan 3 (tiga) faktor penting untuk mengubah situasi di lapangan menjadi lebih baik, yaitu: pertama, menciptakan lingkungan yang kondusif, termasuk jaminan keamanan sehingga terdapat kepercayaan untuk kembali ke daerah asal; Kedua, memajukan proses repatriasi dan jaminan mempertahankan situasi kondusif; Ketiga, penciptaan pembangunan yang inklusif, khususnya dukungan pembangunan ekonomi.

Pertemuan ini dihadiri oleh lebih dari 15 peserta, di antaranya pejabat setingkat Menteri dari Kanada, Australia, Bangladesh, Denmark, Gambia, Indonesia, Liechtenstein, Malaysia, Belanda, serta sejumlah pejabat tinggi dari Prancis, Italia, Norwegia, Swedia, Turki, Inggris, dan Amerika Serikat. (okezone)

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Close