Internasional

Menolak Jabat Tangan, Permohonan Kewarganegaraan Pasangan Muslim di Swiss Ditolak

BTN iklan

JENEWA (LEI) – Kota Lausanne di Swiss telah menghalangi upaya pasangan Muslim untuk menjadi warga negara karena penolakan mereka untuk berjabat tangan dengan orang yang berbeda jenis kelamin. Wali Kota Lausanne, Gregoire Junod mengatakan, kotanya menolak mengabulkan permohonan kewarganegaraan itu karena menganggap sikap pasangan tersebut memperlihatkan tidak adanya penghormatan terhadap persamaan gender.

Menurut laporan yang dilansir AFP, Minggu (19/8/2018), Junod mengatakan, komisi kota telah mewawancarai pasangan tersebut beberapa bulan lalu untuk menentukan apakah mereka memenuhi kriteria untuk kewarganegaraan. Keputusan dari wawancara itu baru diumumkan pada Jumat, 17 Agustus.

Sebagian Muslim mengatakan bahwa ajaran Islam melarang kontak fisik dengan lawan jenis, kecuali anggota keluarga. Namun, Junod mengatakan, meski kebebasan beragama dijamin di Swiss tetapi prakteknya tidak berada di luar hukum.

Pasangan itu memiliki waktu 30 hari untuk mengajukan banding atas putusan Kota Lausanne.

Masalah jabat tangan untuk Muslim telah lama menjadi perdebatan di negara-negara Eropa. Jika hal itu menimbulkan penolakan di Swiss, tidak demikian di Swedia yang mengakui hak warga Muslim untuk menolak berjabat tangan dengan lawan jenis. Biasanya, para Muslim meletakkan tangan di dada mereka untuk membalas uluran tangan yang diajukan sebagai tanda bahwa mereka menerima salam tersebut. (okezone)

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami