Liputan

MENRISTEKDIKTI: Jurnal Ilmiah Indonesia Melebihi Thailand

BTN iklan

Medan, 17/1 (Antara) – Indonesia saat ini merasa bangga karena berada diatas Thailand, dalam schopus jurnal ilmiah dan mampu membuat sebanyak 17.279 berbagai tulisan yang dilakukan para dosen dan guru-guru besar yang ada.

“Pencapaian tersebut, merupakan yang sangat luar biasa yang dilakukan oleh Indonesia dan harus tetap dipertahankan,” kata Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir, usai membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 2018 di Gelangang Mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) di Medan, Rabu.

Menurut dia, prestasi yang dicapai Indonesia dalam pembuatan jurnal ilmiah itu, ke depan agar lebih ditingkatkan lagi, sehingga mampu mengimbagi negara-negara lainnya.

“Jadi, Indonesia tidak hanya bisa menyaingi negeri ‘gajah putih” itu, tetapi juga negara-negara maju lainnya. Dan tekad tersebut, harus bisa dilaksanakan Indonesia,” ujar Nasir.

Ia menyebutkan, dalam membuat jurnal ilmiah itu, Indonesia perlu kerja keras dan akhirnya bisa juga berada diatas Thailand.

Hal tersebut, tidak lain karena berkat perjuangan para akademisi dari berbagai PTN di Indonesia yang membuat tulisan jurnal internasional.

“Bahkan, Indonesia menunggu selama hampir 20 tahun untuk bisa menggeser posisi Thailand, dan hal ini bisa diwujudkan,” ucapnya.

Menristekdikti juga meminta para dosen dan guru besar di seluruh PTN di Tanah Air agar lebih banyak membuat jurnal dan penelitian ilmiah untuk kemajuan pendidikan di Indonesia.

“Pemerintah juga telah menganggarkan dana riset, teknologi dan pendidikan itu, mencapai nilai puluhan triliun rupiah,” kata Menristekdikti.

Rakernas Kemenristekdikti itu berlangsung pada tanggal 16-17 Januari 2018.

Pada Rakernas itu dilakukan evaluasi kinerja pelaksanaan program dan anggaran tahun 2017, outlook program dan anggaran 2018.

Tema yang akan diangkat dalam Rakernas Kemenristekdikti adalah “Ristek Dikti di Era Revolusi Industri 4.0”.

Rakernas Kemenristekdikti dihadiri Menkeu Sri Mulyani, Menteri PUPR Basoeki Hadimoeljono, Menhub Budi Karya Sumadi, dan diikuti sekitar 250 peserta yang berasal dari para pemangku kepentingan baik internal maupun eksternal Kemenristekdikti.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami