Ekonomi

Mentri BUMN Eric Tohir Buat Kluster Pangan yang dipimpin RNI (Rajawali Nusantara Indonesia).

BTN iklan

LEI, Jakarta- Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengaku telah membentuk klaster BUMN pangan. Nantinya, PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) akan menjadi induknya. PT RNI akan membawahi delapan perusahaan pelat merah yang terkait dengan pangan. Kedelapan perusahaan tersebut, yakni PT Berdikari (Persero), PT Perikanan Nusantara (Persero), Perum Perikanan Indonesia, PT Pertani (Persero), PT Sang Hyang Seri (Persero), PT Garam (Persero), PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero) dan PT Bhanda Ghara Reksa (Persero). “Kami coba petakan input, production, offtake, primary processing, storage, trading, distribution, retail sales ini kami sinambungkan,” ujar Erick dalam webinar, Kamis (19/11/2020).

 

Erick menambahkan, dengan adanya BUMN klaster pangan ini masing-masing fokus ke core bisnisnya. Dengan begitu, masing-masing perusahaan pelat merah tak akan saling membunuh. “Jadi tidak overlapping satu dengan yang lainnya, bahkan sekarang saling membunuh antara BUMN dan juga akhirnya karena saling bunuh juga dengan swasta atau partner-nya, karena merasa tadi menara gading tadi,” kata mantan bos Inter Milan itu. Erick menjelaskan, nantinya BUMN klaster pangan ini akan memfokuskan menggarap beberapa komoditas pangan. Misalnya, beras, jagung, gula, daging ayam, sapi, kambing, ikan, cabe, bawang merah dan garam. Untuk komoditas beras, jagung, cabai dan bawang merah akan fokus digarap oleh PT Pertani dan PT Sang Hyang Seri. Lalu, untuk daging ayam dan sapi akan difokuskan ke PT Berdikari, PT Perikanan Nusantara dan Perum Perikanan Indonesia.

Sedangkan untuk gula, akan fokus digarap oleh PG Rajawali yang merupakan anak usaha dari PT RNI. Terakhir, untuk distribusinya akan diserahkan ke PT Perusahaan Perdagangan Indonesia dan PT Bhanda Ghara Reksa. “Rital salesnya silakan (swasta), ya kami tidak mau compete dengan swasta, kami jadi pemasok, tetapi bagaimana kami protect inputnya juga yang dari petani tadi atau peternak atau nelayan tadi. Kita coba sinergikan ini,” ungkapnya. Namun, dalam BUMN klaster pangan ini tak ada nama Perum Bulog. Belum diketahui secara pasti mengapa Perum Bulog tak dimasukan ke dalam klaster tersebut.

 

Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami