EkonomiNasional

Menyongsong Era Kendaraan Listrik, Ini Tarif Charge Kendaraan dari PLN

BTN iklan

JAKARTA, (LEI) – PT PLN (Persero) menetapkan tarif isi ulang baterai untuk motor listrik sekitar Rp1.640 per kWh. Angka ini sama dengan isi ulang baterai skuter listrik hingga kelistrikan untuk Pedagang Kaki Lima di Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU).

General Manager PLN Unit Induk Distribusi PLN Disjaya M Ikhsan Asaad mengatakan, khusus mobil saat ini dirinya belum bisa menetapkan tarifnya. Karena penetapan isi ulang baterai khusus mobil listrik di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) dilakukan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.

Namun menurutnya, harga yang diusulkan akan lebih murah dari Harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Hal ini bertujuan agar masyarakat mau untuk memiliki kendaraan listrik.

“Selama ini tarif yang kami gunakan untuk SPLU seperti motor, PKL, skuter listrik itu Rp1.640 per kWh. Memang saya kira supaya lebih menarik bisnis ini,” ujarnya saat ditemui di Kantor PLN Disjaya, Jakarta, Selasa (29/10/2019).

Menurut Ikhsan, ada dua yang dipertimbangkan dalam menetapkan besaran tarif ‎listrik untuk kendaraan listrik. Pertama harus mampu bersaing dengan harga BBM, sehingga biayanya jauh lebih murah agar masyarakat meminati beralih ke kendaraan listrik.

Pertimbangan kedua adalah besaran tarif listrik khusus kendaraan listrik juga menguntungkan bagi investor. Hal ini dilakukan untuk menarik investor membangun fasilitas pengisian energi untuk kendaraan listrik.

Tarif tersebut harus menguntungkan, sebab biaya investasi membangun fasilitas pengisian energi untuk kendaraan listrik cukup mahal. Sementara jika mengandalkan uang PLN untuk membangun sendiri perseroan mengaku akan kewalahan.

Oleh karenanya, ada dua skema yang disiapkan perseroan untuk bekerjasama dengan investor. Pertama adalah skema Company Owned Company Operated (COCO)

Dengan skema ini artinya SPKLU milik PLN dan dikelola sendiri oleh PLN. Salah satu contoh SPKLU COCO adalah charging station yang ada di Kantor PLN Disjaya dan PLN Pusat di Bulungan.

“Kita akan menggunakan skema bisnis COCO. Jadi ini punya PLN dan yang mengoperasikan PLN juga,” ucapnya.

Kemudian ada juga skema Partner on Partner Operation (POPO), skema ini adalah SPKLU milik swasta dan dikelola langsung oleh swasta. Salah satu contohnya adalah SPKLU yang ada di Pacific Place.

Lalu skema yang terakhir adalah skema Corporate on Partner Operation (COPO) seperti di Mall Senayan City. Skema ini adalah SPKLU milik PLN namun pengelolaannya akan diserahkan kepada pihak swasta.

“Contoh lain COPO ini yang dipasang di Mall Senayan City. Jadi ada berbagai macam skema bisnis,” pungkas dia. [okezone]

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami