Tekno

Mereka yang Bingung Soal Registrasi Kartu Sim Prabayar

BTN iklan

YOGYAKARTA, (LEI) – Mulai 31 Oktober 2017, seluruh warga Indonesia diwajibkan untuk meregistrasikan kartu sim prabayar mereka. Masih banyak yang bingung, tak terkecuali Amelia Agustina, warga Yogyakarta, saat melakukan registrasi kartu SIM prabayar yang diimbau oleh pemerintah untuk dilakukan oleh seluruh pemilik kartu prabayar.

Amelia mengaku bingung dengan cara registrasinya. Dia mengaku awalnya sudah berhasil melakukan registrasi karena mendapatkan SMS konfirmasi berhasil. Namun, tiba-tiba ada SMS susulan dari 4444 yang membuatnya bingung.

“Tadi awalnya bisa dan dinyatakan berhasil, lalu kembali mendapatkan SMS lain. Saya jadi bingung ini sudah berlaku apa belum ya,” katanya saat ditemui di Kota Wonosari, Selasa (31/10/2017).

“Maaf, Anda telah melebihi batas maksimum registrasi dalam 1 hari,” tambah Amelia menirukan bunyi pesan yang diterimanya kemudian.

Padahal, lanjut dia, dia menerima informasi bahwa hari ini justru hari pertama warga bisa melakukan registrasi kartu SIM prabayar dengan mendaftarkan nomor induk kependudukan dan kartu keluarga.

Kebingungan juga dialami oleh Edo Nurgantara, warga Wonosari, Gunungkidul. Dia menilai, informasi terkait pendaftaran ulang kartu prabayar itu minim sekali.

“Saya masih belum paham akan kebijakan itu, jadi belum mendaftarkan. Katanya akan dapat SMS dari operator, tetapi sampai sekarang belum dapat,” kata Edo, Selasa malam.

Dia mengaku belum melakukan registrasi ulang dan bingung karena sempat ada informasi yang menyebutkan bahwa hari ini merupakan hari terakhir registrasi. “Setelah saya bertanya kepada teman-teman, ternyata belum terakhir,” ucap mahasiswa di salah satu universitas swasta Yogyakarta ini.

Sementara itu, Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Dinas Komunikasi dan Informatika Gunungkidul, Hadi Hendro Prayogo, mengatakan, pihaknya belum mendapatkan edaran resmi dari Kementerian Kominfo terkait penerapan Peraturan Menteri Nomor 14 Tahun 2017.

“Kami sudah mengetahui akan adanya kebijakan tersebut, namun belum ada surat edaran atau instruksi untuk sosialisasi, jadi belum dilakukan,” ucapnya.

Hadi mengatakan, registrasi atau daftar ulang kartu SIM prabayar mulai pada tanggal 31 Oktober 2017 hingga 28 Februari 2018 mendatang. Pemilik kartu diminta mendaftarkan nomor teleponnya dengan mendaftarkan nomor induk kependudukan dan kartu keluarga. Prosedur daftar ulang cukup dengan mengirimkan pesan singkat dengan format : ULANGNIK#nomorKK# ke 4444.

“Silakan masyarakat dapat mendaftar,” ucapnya. [Kompas]

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami