KesehatanLifestyle

Metode Berhenti Merokok dan Kenali Dampak Environmental Tobacco Smoke

BTN iklan

(LEI) – Apakah semua rokok atau sigaret berbahaya dan menimbulkan kecanduan? Ya, semua rokok atau sigaret berbahaya dan menimbulkan kecanduan. Meskipun terdapat berbagai merek rokok atau sigaret yang tersedia di pasaran dengan fitur-fitur yang berbeda (misalnya, jenis racikan tembakau, diameter, panjang, serta kadar tar, nikotin, atau karbon monoksida), perokok tidak boleh mengasumsikan bahwa dengan adanya fitur-fitur tersebut berarti satu rokok kurang berbahaya atau kurang menimbulkan kecanduan dibandingkan rokok lainnya. Secara umum dikenal tiga aspek dari merokok, yaitu:

1. Ketagihan secara fisik atau kimia, yaitu ketagihan terhadap nikotin.

2. Automatic habit, berupa kebiasaan dalam merokok, ritual habit seperti membuka bungkus rokok, menyalakannya, menghisapnya dalam-dalam, merokok sehabis makan, merokok sambil minum kopi, dan lain-lain.

3. Ketergantungan secara psikologis atau emosional yaitu kebiasaan menggunakan rokok dalam mengatasi masalah yang bersifat negatif, seperti rasa gelisah, kalut atau frustasi

Penanganan pada perokok berat tidak hanya ditujukan terhadap efek balik yang ditimbulkan, tetapi juga memberikan bekal kepada perokok keterampilan khusus agar dapat menolak keinginan merokok yang muncul sewaktu-waktu. Kendati sangat sulit untuk berhenti merokok, jutaan orang telah berhasil melakukannya. Tidak ada cara yang benar-benar efektif untuk memberhentikan kebiasaan merokok. Beberapa metode yang secara umum dicoba adalah sebagai berikut:

a. Metode penghentian merokok secara bertahap

Penghentian merokok dapat dilakukan dengan cepat (metode langsung), dimana perokok diharuskan langsung berhenti merokok dalam waktu singkat, yaitu 5 sampai 10 hari, sedangkan metode lambat dilakukan secara bertahap, yaitu selama beberapa minggu. Metode ini menekankan pada aspek psikologis, yaitu keinginan kuat dari setiap perokok untuk berhenti merokok. Pelayanan klinik berhenti merokok Yayasan Jantung Indonesia menerapkan program berhenti merokok selama 4 hari. Hasil penelitian menunjukkan program tersebut memberikan hasil maksimal, yaitu 88,8% perokok berhenti merokok selama 1 tahun.

b. Metode pemakaian obat-obatan (nicotine replacement therapy)

Kencanduan nikotin membuat perokok sulit meninggalkan merokok. Penggunaan nikotin dosis rendah dalam bentuk gum (permen) atau bentuk patch (plester) adalah salah satu upaya yang dilakukan dalam menanggulangi pengaruh rokok dengan metode obat-obatan. Penggunaan nikotin dengan cara mengunyah permen nikotin atau menempelkan plester nikotin pada kulit dimaksudkan untuk mengatasi efek balik akibat penghentian merokok bila timbul rangsangan ingin merokok. Hasil penelitian pada beberapa klinik berhenti merokok menunjukkan keberhasilan yaitu 58% perokok berhenti merokok setelah pemakaian permen nikotin selama 3 sampai 6 bulan.

c. Kelompok Program

Beberapa orang mendapatkan manfaat dari dukungan kelompok untuk dapat berhenti merokok. Para anggota kelompok dapat saling memberi nasihat dan dukungan. Program yang demikian banyak yang berhasil, tetapi biaya dan waktu yang diperlukan untuk menghadiri rapat-rapat seringkali menyebabkan enggan bergabung.

Asap Rokok Pasif

Asap rokok pasif yang juga dikenal sebagai asap tembakau lingkungan (environmental tobacco smoke [ETS]) adalah kombinasi asap yang keluar dari ujung rokok yang menyala serta asap yang dikeluarkan perokok. Lembaga kesehatan masyarakat, termasuk WHO (Organisasi Kesehatan Dunia) menyimpulkan bahwa asap rokok pasif menyebabkan penyakit, termasuk kanker paru-paru dan penyakit jantung, baik itu pada orang dewasa yang bukan perokok, namun juga anak-anak yang memiliki penyakit seperti asma, infeksi saluran pernapasan, batuk, mengi (nafas berbunyi), otitis media (infeksi telinga tengah), dan sindrom kematian bayi mendadak. Selain itu, petugas kesehatan masyarakat menyimpulkan bahwa asap rokok pasif dapat memperparah asma dan menyebabkan iritasi mata, tenggorokan, dan hidung. Perokok tidak boleh merokok di sekitar anak-anak atau wanita hamil. Beberapa rokok atau sigaret yang tersedia di pasaran mengandung fitur yang berhubungan dengan asap, seperti mengurangi bau asap atau mengurangi asap. Adanya fitur-fitur ini tidak berarti bahwa rokok tersebut tidak lebih berbahaya dibanding rokok lainnya bagi perokok atau seseorang yang tidak merokok.

Ayo kita jaga kesehatan diri kita dan orang-orang di sekitar yang kita cintai sobat sehat LEI!

dr. Naomi Chandradewi Manangka

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Close