Internasional

Militer Libya Timur Tuduh Turki Taja Terorisme Di Libya

BTN iklan

Tripoli, Libya,Lei – Juru Bicara militer yang berpusat di Libya Timur pada Ahad (14/1) mengecam Turki karena “menjadi penaja terorisme di Libya”.

“Truki adalah penaja terorisme di negara kami bahkan sebelum dimulainya perang militer melawan terorisme lebih dari tiga tahun lalu,” kata Juru Bicara Ahmad Al-Mismari dalam satu taklimat di Kota Benghazi di Libya Timur pada ahad.

“Majelis Permusyawaratan Rakya belum menugaskan satu komisi penyelidikan mengenai kapal yang membawa peledak yang datang dari Turki. Kapal ini berlayar menuju Ikcwanul Muslimin dan Al-Qaida, bukan ke Misurata,” tambah Al-Mismari.

“Kami akan menghukum Turki dan semua perusahaannya. Kontraknya di Libya tidak sah sekarang,” kata Al-Mismari, sebagaimana dikutip Xinhua –yang dipantau Antara di Jakarta, Senin siang. Ia menyatakan bahwa ada jaringan intelijen antara Turki dan Sudan setelah kunjungan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan ke Sudan dan Tunisia.

“Setelah militer menyambut baik pemilihan umum mendatang, Ikhwanul Muslimin yakin bahwa mereka akan kalah dalam pemilihan umum. Oleh karena itu, mereka memilih senjata dan peledak untuk menciptakan kekacauan,” kata Al-Mismari.

Ia juga mengatakan peledak di kapal Libya tersebut yang disita di Yunani beberapa hari sebelumnya “mengancam bukan hanya Libya, tapi seluruh wilayah” tersebut.

Penjaga Pantai Yunani pada Rabu (10/1) mengumumkan mereka menahan satu kapal dengan bendera Tanzania yang membawa bahan yang digunakan untuk membuat peledak saat kapal itu dalam pelayaran ke Libya.

Catatan barang di kapal tersebut menunjukkan barang itu dimuat di Pelabuhan Mersin dan Iskenderun di Turki sebelah kapal berlayar ke Djibouti dan Oman.

Namun Penjaga Pantai Yunani mengatakan penyelidikan awal menunjukkan kapten kapal tersebut telah menerima instruksi dari pemilik kapal untuk berlayar ke Kota Misurata di Libya, sekitar 250 kilometer di sebelah timur Ibu Kota Libya, Tripoli, untuk membongkar seluruh barang.

Kementerian Luar Negeri Libya pada Jumat (12/1) menuntut Yunani memberi informasi mengenai penyelidikan terkini tentang kapal yang ditahan itu.

Utusan PBB untuk Libya Ghassan Salame pada Ahad pagi berjanji akan mengungkapkan perincian kapal yang ditahan tersebut. (Antara/Xinhua-OANA)

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Close