HEADLINESHukum

MK Gelar Sidang Lanjutan UU PTUN

BTN iklan

JAKARTA,  LEI – Mahkamah Konstitusi menggelar sidang lanjutan untuk pengujian perkara Undang Undang Pengadilan Tata Usaha Negara (UU PTUN) yang dimohonkan oleh Direktur PT Timsco Indonesia SA Habibie.

“Agenda sidang MK pada Kamis ada pleno mendengarkan keterangan DPR dan ahli atau saksi dari pihak pemohon untuk pengujian UU PTUN,” ujar juru bicara MK Fajar Laksono melalui pesan singkat yang diterima di Jakarta, Kamis.

Pemohon memperkarakan frasa “90 hari” dalam pasal 55 UU PTUN yang dianggap pemohon telah merugikan hak konstitusionalnya.

Frasa tersebut dinilai menyatakan secara konseptual, tenggang waktu 90 hari dalam hukum acara PTUN termasuk sangat singkat, apalagi jika dibandingkan dengan ketentuan batas waktu menggugat dalam hukum acara perdata, khususnya ketentuan pasal 835, 1963, dan 1967 KUH Perdata yang tenggang waktunya 30 tahun.

Di samping jangka waktu yang pendek, norma a quo juga dinilai pemohon menimbulkan pengeluaran biaya yang banyak dalam mengajukan gugatan kepemilikan atas tanah.

Oleh karena itu pemohon berpendapat batasan tenggang waktu gugatan di PTUN tersebut mutlak diperpanjang seperti yang diatur oleh Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA) Nomor: 2/1991, yang mengatur perpanjangan masa tenggang waktu menggugat di PTUN.

Pemohon dalam dalil permohonannya juga menjelaskan pada kasus yang dialaminya terlihat aturan yang diberlakukan tidak jelas mengenai batas kedaluwarsa gugatan.

Menurut pemohon ada aturan yang menyatakan batas waktu 90 hari (berdasarkan pasal 55 UU PTUN), namun ada lebih dari 4 bulan (pasal 3 ayat (3) UU PTUN), bahkan ada aturan yang menyebutkan kapan saja bisa mengajukan gugatan selama ada kepentingannya dirugikan (SEMA Nomor 2/1991).

Ketidaksinkronan antara peraturan perundang-undangan yang satu dengan lainnya kemudian menimbulkan ketidakpastian hukum, sehingga pemohon meminta MK untuk mempertegas aturan batas waktu tersebut.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Close