Ads

MPR sebut Empat Pilar Anugrah sangat bernilai untuk Bangsa Indonesia

BTN iklan

LEI, Jakarta-  Wakil Ketua MPR Syarifuddin Hasan memberikan penilaian Empat Pilar MPR RI Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika merupakan sebuah anugrah dari Tuhan Yang Maha Esa yang sangat bernilai dan terbesar sehingga harus dijaga serta dirawat.

Menurut Beliau menjadi sangat istimewa dan baerharga untuk bangsa Indonesia karena nilai dalam 4 Pilar tersebut memiliki peran dan fungsi menakjubkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara seluruh rakyat Indonesia.

“Indonesia tidak akan ada tanpa nilai-nilai itu sehingga menjaganya tetap ada di hati seluruh anak bangsa adalah salah satu keharusan,” ucap Syarifuddin Hasan.

Dalam pertemuan bersama tim LEI yang disampaikan juga dalam acara “Temu Tokoh Nasional Bersama Wakil Ketua MPR Syarifuddin Hasan”, kerjasama MPR dengan Komunitas Radio Pancar Ulang antara Desa (KRPU AD/ RADESA) dan Forum Silaturahmi Pemuda pemudi jambudipa (FSPPJ) di GOR Koperasi Guru Anggayuh Mukti, Kecamatan Warungkondang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Minggu (22/11).

Syarief menjelaskan, Pancasila merupakan ideologi dan dasar negara Indonesia, terdiri dari 5 sila yang menjadi Landasan rayat Indonesia dalam berperilaku.
Beliau mencontohkan dalam sila pertama yaitu ketuhanan Yang Maha Esa menegaskan bahwa Indonesia adalah Negara yang masyarakatnya bertuhan bukan negara komunis.

“Jadi segala tingkah laku bangsa Indonesia harus sesuai dengan ajaran Tuhan”, ujarnya.

Beliau menuturkan sila kelima dari Pancasila yakni Keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia dalam berbagai bidang seperti ekonomi, sosial terutama hukum.

Di Indonesia, semua sama di mata hukum, tanpa pandang bulu dan tebang pilih”, katanya.

Pilar kedua menurut Syarifuddin Hasan adalah UUD NRI Tahun 1945 yang merupakan sumber hukum tertinggi dalam hirarki peraturan perundang-undangan di Indonesia.

Penilaian terhadap seluruh pembuatan dan pelaksanaan UU atau hukum dibawahnya harus berdasarkan dan tidak boleh bertentangan dengan UUD.

“Seluruh hak dan kewajiban kita sebagai rakyat juga diatur dalam UUD” ujarnya.

Dia menjelaskan, Pilar ketiga adalah NKRI, artinya kesatuan bangsa dalam wadah negara RI adalah harga mati segingga apapun permasalahan bangsa, persatuan dan kesatuan harus tetap dipertahankan sampai kapanpun.

Pilar terakhir atau keempat menurut dia adalah Bhinneka Tunggal Ika, merupakan semboyan negara yang tertulis pada lambang negara Indonesia, Garuda Pancasila yang bermakna berbeda-beda tetapi tetap satu.Melihat betapa luar biasanya keberadaan Empat Pilar bagi bangsa Indonesia, Syarief Hasan mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk selalu berupaya semaksimal mungkin agar Empat Pilar diingat dan dilaksanakan.”MPR sendiri melalui program Sosialisasi Empat Pilarnya, akan terus konsisten mengingatkan seluruh rakyat Indonesia tentang nilai-nilai luhur bangsanya,” ujar politisi Partai Demokrat itu.

Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami